Ketersediaan ponsel Android dengan penyimpanan 128GB diprediksi akan makin menipis karena industri mulai menyesuaikan kapasitas storage dengan kebutuhan fitur kecerdasan buatan. Laporan Trendforce menyebut rata-rata kapasitas penyimpanan ponsel Android akan naik sekitar 4,8% dan salah satu pendorong utamanya adalah tuntutan AI di perangkat.
Di saat pasokan RAM, storage, dan komponen smartphone lain masih ketat, produsen justru terdorong menaikkan kapasitas penyimpanan. Kondisi ini membuat model 128GB berpotensi tergeser oleh varian 256GB sebagai standar baru, terutama pada ponsel kelas menengah dan flagship Android.
AI mengubah kebutuhan storage ponsel
Kebutuhan ruang penyimpanan kini tidak lagi hanya ditentukan oleh foto, video, dan aplikasi berat. Fitur AI on-device atau pemrosesan langsung di perangkat juga memakan kapasitas besar, sehingga vendor harus menyiapkan storage yang lebih lega.
Trendforce menulis bahwa pertumbuhan kapasitas penyimpanan dipicu oleh penghentian produksi model berkapasitas rendah dan meningkatnya permintaan terkait AI pada ponsel flagship dari merek besar. Artinya, storage besar bukan lagi sekadar nilai jual tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan teknis.
Model AI butuh ruang ekstra
Salah satu alasan utama pergeseran ini adalah beban penyimpanan yang dibutuhkan sistem AI lokal. Trendforce menyebut model AI tertentu memerlukan ruang sekitar 40-60GB untuk pemrosesan di perangkat, angka yang cukup besar untuk kelas storage 128GB.
Jika kebutuhan sistem dan aplikasi sudah menyita puluhan gigabyte, sisa ruang untuk pengguna akan terasa sempit. Situasi ini membuat produsen lebih memilih konfigurasi 256GB agar ponsel tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang.
Produsen besar mulai bergerak
Sejumlah vendor kelas atas sudah menunjukkan arah yang sama. Apple, misalnya, lewat Apple Intelligence, mengandalkan sebagian fitur yang diproses on-device dan menyesuaikan kapasitas penyimpanan iPhone agar lebih besar.
Trendforce mencontohkan iPhone 17 series yang mulai menawarkan storage 256GB sebagai kapasitas awal, bukan lagi 128GB. Huawei juga disebut mendorong kapasitas lebih tinggi melalui Mate 80 series dengan penyimpanan 512GB.
Langkah ini menunjukkan bahwa pasar premium semakin menjauh dari opsi storage kecil. Saat AI makin matang, kapasitas besar akan dipakai sebagai penanda kesiapan perangkat, bukan hanya kemewahan spesifikasi.
Dampaknya ke ponsel Android terjangkau
Perubahan ini tidak hanya terjadi di segmen mahal. Vendor yang bermain di kelas harga lebih terjangkau juga mulai menimbang ulang produksi model dengan storage kecil karena margin keuntungannya lebih tipis.
Berikut gambaran arah pergeseran yang diproyeksikan Trendforce:
- Model berkapasitas rendah akan dikurangi atau dihentikan produksinya.
- Pilihan utama akan mengerucut ke 128GB dan 256GB untuk kelas tertentu.
- 256GB diperkirakan menjadi konfigurasi yang paling umum di Android mainstream.
- 128GB berpotensi hilang secara bertahap dari pasar arus utama pada akhir tahun 2026.
Perubahan ini bisa membuat konsumen yang biasa memilih ponsel ekonomis perlu menyesuaikan ekspektasi. Harga perangkat mungkin ikut bergerak naik jika produsen menyertakan storage lebih besar sebagai standar.
Apa arti tren ini bagi pembeli
Bagi pembeli, tren ini membawa dua konsekuensi utama. Pertama, opsi 128GB bisa makin jarang ditemukan di model baru, terutama pada perangkat yang menonjolkan fitur AI.
Kedua, konsumen berpotensi mendapat perangkat yang lebih siap untuk pemakaian jangka panjang karena ruang penyimpanan lebih longgar. Hal ini penting untuk aplikasi AI, pembaruan sistem, file media berukuran besar, dan game dengan data tambahan yang terus bertambah.
Di sisi lain, pengguna yang tidak membutuhkan fitur AI berat mungkin akan tetap merasa 128GB cukup untuk kebutuhan dasar. Namun arah industri menunjukkan produsen lebih memilih menyiapkan ruang ekstra agar perangkat tidak cepat terasa penuh.
Pasar storage ponsel sedang bergeser
Kenaikan kapasitas storage Android menunjukkan bahwa industri smartphone sedang menyesuaikan diri dengan era AI. Tekanan pasokan NAND, naiknya harga komponen, dan kebutuhan pemrosesan di perangkat membentuk kombinasi yang mendorong perubahan konfigurasi memori.
Jika prediksi Trendforce terbukti, ponsel Android 128GB bisa menjadi semakin langka di pasaran arus utama. Pada saat yang sama, 256GB tampak bergerak menjadi patokan baru bagi banyak vendor yang ingin memastikan perangkatnya tetap relevan di tengah ekspansi fitur AI.
