
Honor menegaskan harga ponselnya di Indonesia masih bertahan meski pasar sedang tidak stabil. Di saat rupiah melemah terhadap dollar AS dan industri teknologi menghadapi tekanan pasokan memori global, perusahaan mengklaim belum melakukan penyesuaian harga untuk perangkat yang dijual di Tanah Air.
Pernyataan itu datang dari Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia, Aryo Meidianto, selaku distributor Honor di Indonesia. Ia menyebut harga perangkat Honor tetap sama sejak awal peluncuran hingga saat ini, termasuk untuk Honor X7d dan X6c yang baru hadir sekitar satu bulan lalu.
Harga belum berubah sejak peluncuran
Aryo mengatakan Honor belum menyentuh harga jual kedua model tersebut meski situasi pasar tengah menekan banyak produsen. Menurut dia, harga yang stabil itu bukan sekadar kebijakan sementara, melainkan hasil dari perhitungan stok sejak awal.
Honor disebut menghitung kebutuhan perangkat yang akan beredar di pasar sebelum menentukan jumlah pesanan. Karena itu, perusahaan tidak perlu melakukan pemesanan ulang dalam waktu dekat selama masa pemasaran berlangsung.
Strategi tersebut membuat Honor menilai kenaikan dollar AS dan kondisi global seperti perang dagang tidak berdampak langsung pada harga perangkat di Indonesia. Perusahaan juga menyebut belum ada rencana menaikkan harga dalam waktu dekat.
Sebaliknya, Honor justru membuka peluang penurunan harga pada momen tertentu. Aryo mengatakan penyesuaian turun biasanya dilakukan saat seasonal campaign, libur long weekend, libur Lebaran, atau akhir tahun.
“Biasanya kami kasih penurunan harga Rp 100.000 sampai Rp 200.000,” ujar Aryo. Ia juga menegaskan, “Sama sekali tidak ada penyesuaian harga. Yang mungkin terjadi malah penurunan harga nantinya.”
Memori besar tetap dibawa ke Indonesia
Di tengah kenaikan harga memori global, Honor tetap menghadirkan varian dengan penyimpanan besar untuk pasar Indonesia. Honor X7d dipasarkan dengan memori 512 GB dan banderol Rp 4,5 juta.
Langkah itu menarik karena pasar komponen penyimpanan sedang mengalami tekanan biaya. Honor menilai kapasitas besar kini semakin penting bagi pengguna profesional dan konsumen yang menyimpan banyak foto, video, serta aplikasi di perangkat mereka.
Kapasitas 512 GB pada Honor X7d diklaim mampu menampung 400+ film berukuran 1 GB per file. Klaim lain menyebut penyimpanan itu bisa memuat 120.000+ foto berukuran 4 MB, atau 48.000+ lagu dengan ukuran masing-masing 10 MB.
Fokus pada daya tahan dan penggunaan harian
Selain memori besar, Honor X7d juga menonjolkan baterai jumbo 6.500 mAh. Honor menyebut baterai itu dapat bertahan hingga 46 jam teleponan, 30 jam internetan, atau 30 jam ambil foto maupun memutar video.
Pengisian dayanya dilakukan lewat USB-C dengan dukungan fast charging 35 watt. Honor menyebut pengisian penuh dari 0 sampai 100 persen membutuhkan waktu 95 menit.
Perusahaan juga mengklaim baterai tersebut mampu bertahan selama 5 tahun. Setelah periode itu, kesehatan baterai disebut masih berada di angka 80 persen.
Sementara itu, Honor X6c hadir di Indonesia dengan baterai 5.300 mAh dan layar 120 Hz. Ponsel ini dijual dengan harga Rp 2,99 juta untuk varian RAM 6/256 GB.
Kehadiran dua model ini memperlihatkan strategi Honor yang tetap agresif di tengah tekanan biaya komponen. Perusahaan mencoba menjaga harga tetap stabil sambil tetap membawa perangkat dengan memori besar dan spesifikasi yang diarahkan untuk penggunaan harian.
Source: tekno.kompas.com




