Hisense Sisipkan Iklan Paksa Saat Ganti Channel dan Input, Batas Privasi Konsumen Smart TV Terancam!

Author: Qoo Media

Sejumlah pengguna TV Hisense melaporkan pengalaman kurang menyenangkan akibat kemunculan iklan paksa saat melakukan fungsi dasar perangkat. Iklan tersebut muncul saat pengguna mengganti channel maupun input HDMI, sehingga mengganggu aktivitas menonton yang seharusnya berjalan lancar tanpa interupsi iklan.

Keluhan ini bukan hanya terjadi di satu wilayah, tetapi dilaporkan dari berbagai negara seperti Inggris, Spanyol, dan Jerman. Media teknologi ternama seperti Tom’s Hardware dan La Razón mencatat bahwa iklan tidak hanya muncul di layar beranda, tapi juga saat TV baru dinyalakan dan saat pengguna berpindah sumber input perangkat.

Format Iklan dan Klarifikasi Hisense

Hisense menyatakan iklan ini merupakan bagian dari “spot test” terbatas di pasar Spanyol. Perusahaan menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan mengevaluasi format iklan berkaitan dengan konten gratis di platform mereka dan mengklaim bahwa format tersebut sudah dihapus di Spanyol. Namun, penjelasan ini masih belum memuaskan banyak pengguna karena keluhan tetap muncul dalam kurun waktu panjang dan di beberapa negara.

Karakter iklan yang non-skippable atau tidak bisa dilewati menjadi salah satu masalah utama yang dikeluhkan. Pengguna harus menunggu beberapa detik iklan selesai sebelum bisa mengakses tayangan atau melakukan pergantian input. Lebih parahnya, iklan tetap muncul meski opsi personalisasi dan iklan di pengaturan TV sudah dimatikan.

Dampak pada Fungsi Dasar Smart TV

Iklan yang muncul ketika mengganti channel atau input HDMI dianggap melampaui batas etika penggunaan smart TV. Umumnya, iklan di smart TV muncul di layar beranda, dan masih bisa diterima oleh sebagian konsumen. Namun, menampilkan iklan yang menghalangi fungsi dasar perangkat setelah pembelian menimbulkan pertanyaan mengenai batas toleransi konsumen.

Tom’s Hardware menegaskan bahwa gangguan tersebut tidak seharusnya dianggap normal. Pengguna hanya menjalankan fitur dasar TV berbayar, bukan mengakses konten gratis beriklan. Hal ini memicu diskusi lebih luas tentang pengaruh pembaruan sistem berbasis server yang memungkinkan produsen mengubah pengalaman penggunaan pasca-transaksi. Penambahan iklan seperti ini terjadi tanpa persetujuan eksplisit dari konsumen.

Platform VIDAA dan Dampak Luas pada Merek Lain

Sebagian besar keluhan terkait dengan model TV Hisense yang menggunakan sistem operasi VIDAA, juga dikenal sebagai Home OS. Sistem ini bukan hanya dipakai di Hisense, tapi juga merek lain seperti Toshiba, Schneider, Akai, dan Loewe. Satu laporan bahkan menyebut perangkat Toshiba dengan ekosistem serupa mengalami masalah iklan yang sama.

Fakta ini mengindikasikan bahwa persoalan ini berpotensi lebih luas dari yang terlihat, bukan sekadar kasus satu merek. Risiko distribusi iklan paksa pada fungsi dasar TV bisa menyasar lebih banyak konsumen dari berbagai merek yang memakai VIDAA.

Solusi dan Cara Pengguna Menghadapi Iklan Paksa

Di komunitas pengguna, beberapa langkah teknis sering dibagikan untuk meminimalisir atau menghentikan kemunculan iklan tersebut. Opsi yang paling umum dipraktikkan antara lain:

  1. Mengganti server DNS di pengaturan TV untuk memblokir sumber iklan.
  2. Memutuskan koneksi internet TV agar iklan tidak dapat diunduh.
  3. Menghubungi layanan dukungan pelanggan Hisense dan menyampaikan ID perangkat.
  4. Menggunakan perangkat streaming eksternal dan mematikan koneksi internet TV.

Pengguna yang menghubungi email resmi Hisense, service.tv.au@hisense.com, menyatakan iklan dapat dimatikan melalui pengaturan server dari jarak jauh. Namun, langkah ini memerlukan pengetahuan teknis dan tidak semua konsumen mau atau mampu melakukan tindakan tersebut.

Implikasi Terhadap Kepercayaan Konsumen dan Industri

Masalah iklan paksa ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga berpotensi merusak kepercayaan konsumen terhadap merek Hisense. Perubahan fungsi dasar perangkat setelah pembelian yang memaksa menonton iklan dapat dianggap bentuk intervensi yang merugikan pengguna.

Bagi industri elektronik, hal ini menjadi peringatan tentang risiko monetisasi agresif melalui perangkat yang terus terhubung internet. Perusahaan perlu menyeimbangkan antara pendapatan iklan dan menjaga kepuasan konsumen agar nilai merek tidak turun dalam jangka panjang.

Dalam pasar smart TV yang semakin terkoneksi, konsumen disarankan untuk selalu membaca ulasan dan kebijakan iklan serta privasi sebelum membeli. Pengalaman menggunakan TV saat ini tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi hardware, tetapi juga oleh software, pembaruan sistem, dan kebijakan iklan yang berubah sewaktu-waktu. Hal ini menyoroti pentingnya transparansi dan kontrol yang lebih jelas untuk menjaga hak konsumen.

Terbaru