Harga HP Vivo Dan iQOO Naik Hingga Rp 800 Ribu, Varian Ini Paling Terdampak

Harga sejumlah HP Vivo dan iQOO di Indonesia kembali mengalami penyesuaian, dan sebagian varian kini tercatat naik hingga Rp 800.000. Kenaikan ini paling terasa pada model tertentu di lini Vivo seri Y, V, serta iQOO seri Z, terutama pada varian dengan kapasitas RAM dan storage lebih besar.

Data terbaru di situs resmi Vivo Indonesia menunjukkan perubahan harga yang tidak terjadi merata di seluruh model. Artinya, konsumen yang memburu ponsel Vivo atau iQOO perlu melihat detail tiap varian sebelum membeli, karena selisih memori kini bisa membuat harga akhir terpaut cukup jauh.

Model yang paling terdampak kenaikan

Kenaikan paling ringan muncul pada Vivo Y19sGT 5G varian 6 GB/128 GB, yang kini dipasarkan Rp 2.199.000 dari sebelumnya Rp 1.999.000. Model ini naik Rp 200.000, sehingga masih menjadi salah satu perangkat dengan penyesuaian paling kecil di daftar terbaru.

Di sisi lain, kenaikan paling besar terjadi pada Vivo V60 Lite 8 GB/256 GB dan iQOO Z10 5G 12 GB/512 GB. Kedua model tersebut sama-sama naik Rp 800.000, sehingga menjadi perangkat yang paling terdampak dalam penyesuaian harga kali ini.

Daftar model Vivo dan iQOO yang mengalami kenaikan

Berikut daftar beberapa model yang tercatat naik harga berdasarkan data resmi Vivo Indonesia:

  1. Vivo Y19sGT 5G 6 GB/128 GB: Rp 2.199.000, naik dari Rp 1.999.000
  2. Vivo Y19sGT 5G 8 GB/256 GB: Rp 2.799.000, naik dari Rp 2.399.000
  3. Vivo V60 Lite 8 GB/128 GB: Rp 4.699.000, naik dari Rp 4.099.000
  4. Vivo V60 Lite 8 GB/256 GB: Rp 5.299.000, naik dari Rp 4.499.000
  5. Vivo V60 Lite 5G 8 GB/256 GB: Rp 5.999.000, naik dari Rp 5.499.000
  6. iQOO Z10 5G 12 GB/256 GB: Rp 4.899.000, naik dari Rp 4.299.000
  7. iQOO Z10 5G 12 GB/512 GB: Rp 5.499.000, naik dari Rp 4.699.000

Kenaikan di atas menunjukkan bahwa varian dengan kapasitas penyimpanan lebih tinggi cenderung menerima penyesuaian harga yang lebih besar. Ini juga menegaskan bahwa strategi harga kini semakin sensitif terhadap konfigurasi memori yang ditanamkan pada perangkat.

Mengapa harga naik cukup tajam

Vivo Indonesia menyebut penyesuaian dilakukan secara selektif dan bertahap. Kebijakan itu mengikuti evaluasi berkala terhadap spesifikasi, struktur biaya, dan segmentasi pasar masing-masing produk.

PR Manager Vivo Indonesia Alexa Tiara menjelaskan kepada KompasTekno bahwa kenaikan harga berkaitan dengan meningkatnya biaya komponen inti. Komponen yang disebut paling berpengaruh adalah RAM, storage, dan chipset, yang menjadi bagian penting dalam menentukan biaya produksi sebuah ponsel.

Faktor ini juga sejalan dengan kondisi industri perangkat elektronik saat ini. Harga memori global dilaporkan ikut tertekan oleh pasokan yang terbatas, sementara kebutuhan dari industri AI terus meningkat dan menyerap banyak komponen penting.

Rincian harga terbaru di lini Vivo

Tidak semua model Vivo terdampak kenaikan. Beberapa perangkat di lini Y, V, X, hingga foldable masih menampilkan harga yang relatif stabil di situs resmi Vivo Indonesia.

Untuk segmen entry-level, Vivo Y05 masih berada di Rp 1.699.000 untuk 4 GB/128 GB dan Rp 1.899.000 untuk 4 GB/64 GB. Vivo Y04s juga tercatat di Rp 1.549.000 untuk 4 GB/64 GB dan Rp 1.699.000 untuk 4 GB/128 GB.

Pada kelas menengah, Vivo Y29 dipasarkan mulai Rp 2.390.000, sedangkan Vivo Y28 dibanderol Rp 2.190.000 untuk varian 6 GB/128 GB. Vivo V40 Lite berada di kisaran Rp 3.290.000 hingga Rp 3.590.000, sementara Vivo V50 Lite dipasarkan Rp 3.590.000 hingga Rp 3.790.000.

Di kelas yang lebih tinggi, Vivo V60 tercatat Rp 6.999.000 untuk 8 GB/256 GB dan Rp 8.499.000 untuk 12 GB/512 GB. Untuk pasar premium, Vivo X200 dipasarkan Rp 11.900.000 hingga Rp 12.900.000, sedangkan Vivo X300 Pro varian 16 GB/512 GB berada di Rp 18.999.000.

Harga iQOO ikut menyesuaikan

Kenaikan harga juga dirasakan pada iQOO, merek saudara Vivo yang menyasar pengguna dengan kebutuhan performa tinggi. Saat ini, iQOO 15 dijual Rp 13.999.000 untuk varian 16 GB/512 GB dan Rp 15.999.000 untuk 16 GB/1 TB.

Selain itu, iQOO 15R dibanderol Rp 8.999.000 untuk 12 GB/512 GB, sedangkan iQOO NEO 10 dipasarkan Rp 7.499.000 untuk 16 GB/512 GB. Pada seri Z10 5G, harga terbaru kini berada di Rp 4.899.000 untuk 12 GB/256 GB dan Rp 5.499.000 untuk 12 GB/512 GB setelah penyesuaian.

Apa yang perlu diperhatikan calon pembeli

Bagi konsumen, perubahan harga ini membuat perbandingan antarvarian menjadi semakin penting. Selisih harga antara varian RAM dan storage yang berbeda kini bisa cukup signifikan, sehingga calon pembeli perlu mempertimbangkan kebutuhan riil sebelum memilih model yang lebih mahal.

Pasar ponsel di Indonesia juga masih dipengaruhi dinamika biaya komponen global, sehingga penyesuaian harga seperti ini berpotensi terjadi lagi jika tekanan pasokan memori dan chip belum mereda. Dalam situasi seperti ini, keputusan membeli HP Vivo atau iQOO membutuhkan perhatian lebih pada spesifikasi, varian, dan banderol terbaru yang tercatat resmi.

Berita Terkait

Back to top button