Googlebook, Laptop AI Premium Google Yang Siap Mengusik MacBook Dan Chromebook

Google resmi memperkenalkan Googlebook sebagai kategori laptop baru yang dirancang untuk era kecerdasan buatan Gemini. Perangkat ini diposisikan sebagai laptop premium berbasis AI yang disiapkan untuk menantang dominasi MacBook dan Windows Copilot+ PC.

Langkah ini menandai perubahan arah yang cukup besar dari pendekatan laptop Google selama ini. Senior Director of Laptops & Tablets Google, Alex Kuscher, mengatakan dunia komputasi kini bergerak dari sekadar operating system menuju intelligence system.

Googlebook bukan sekadar Chromebook baru

Google menegaskan Googlebook bukan penerus langsung Chromebook, melainkan kategori baru. Chromebook sudah hadir lebih dari 15 tahun dan dikenal sebagai laptop berbasis ChromeOS dengan pendekatan cloud-first dan web-centric.

Berbeda dari Chromebook yang populer di kalangan pelajar karena ringan dan terjangkau, Googlebook hadir sebagai produk premium. Fokusnya ada pada Gemini AI sebagai inti pengalaman pengguna, bukan hanya pada sistem operasi atau browser.

Google juga menyebut Googlebook sebagai evolusi besar dari Chromebook. Alex Kuscher menjelaskan bahwa Google menggabungkan Android, aplikasi powerful di Google Play, OS modern yang dirancang untuk intelligence, serta ChromeOS yang membawa browser populer dan pustaka ekstensi besar.

Fokus utama ada pada Gemini Intelligence

Googlebook disebut sebagai laptop pertama Google yang dibangun sepenuhnya untuk Gemini Intelligence. Pendekatan ini menempatkan AI sebagai pusat interaksi, bukan sekadar fitur tambahan.

Salah satu fitur andalannya adalah Magic Pointer. Fitur ini memungkinkan Gemini memahami konteks hanya dari gerakan kursor dan langsung memberi saran sesuai tampilan layar.

Contohnya, saat kursor diarahkan ke tanggal di email, pengguna bisa langsung membuat jadwal meeting, mencari lokasi, atau menyusun draft balasan otomatis. Google juga menunjukkan kemampuan Gemini memahami dua gambar sekaligus, lalu memvisualisasikannya tanpa harus membuka chatbot terpisah.

Alex menyebut pengalaman itu berbeda dari laptop biasa yang umumnya mengharuskan pengguna menyimpan gambar, mengunggahnya ke chatbot, lalu menulis prompt. Di Googlebook, proses itu dibuat lebih langsung dan menyatu dengan aktivitas di layar.

Integrasi Android dibuat lebih dalam

Googlebook juga membawa integrasi mendalam dengan ekosistem Android. Pengguna bisa menjalankan aplikasi Android phone langsung di laptop tanpa harus berpindah perangkat.

Ada pula fitur Quick Access yang membuat file di smartphone langsung muncul di file browser Googlebook tanpa transfer manual. Google mencontohkan pengguna tetap bisa bekerja di laptop sambil menjalankan aplikasi pesan makanan dari smartphone atau memantau baby monitor tanpa mengganggu workflow utama.

Selain itu, Google menghadirkan fitur Create Your Widget. Dengan perintah teks ke Gemini, pengguna bisa membuat widget custom yang mengambil data dari internet maupun aplikasi Google seperti Gmail dan Calendar.

Saat merencanakan reuni keluarga di Berlin, misalnya, Gemini dapat menyusun widget berisi jadwal penerbangan, hotel, reservasi restoran, hingga hitung mundur acara. Pendekatan ini membuat pengalaman AI terasa lebih menyatu dengan aktivitas harian pengguna.

Desain premium dan dukungan banyak merek

Googlebook juga dibekali desain hardware premium. Google bekerja sama dengan Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo untuk menghadirkan perangkat ini ke pasar.

Semua perangkat Googlebook disebut membawa material premium dan ciri khas Glowbar, garis cahaya unik yang menjadi identitas desainnya. Identitas visual itu mempertegas posisi Googlebook sebagai laptop premium, bukan perangkat mass market seperti Chromebook.

Di sisi lain, Google memastikan Chromebook tetap dipertahankan. Kehadiran Googlebook tidak dimaksudkan sebagai pengganti, melainkan pilihan baru bagi pengguna yang menginginkan pengalaman AI premium.

Siap masuk pasar laptop AI

Dengan kombinasi Gemini Intelligence, integrasi Android yang dalam, dan fitur AI kontekstual seperti Magic Pointer, Googlebook menjadi salah satu gebrakan terbesar Google di pasar laptop dalam beberapa tahun terakhir. Googlebook dijadwalkan mulai tersedia pada musim gugur 2026 atau sekitar akhir tahun ini.

Posisi ini membuat Googlebook masuk langsung ke medan persaingan yang sudah diisi MacBook dan laptop Windows Copilot+ PC. Bedanya, Google mencoba membawa laptop ke arah yang lebih proaktif, personal, dan terhubung erat dengan ekosistem Android.

Source: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button