Game bajak laut Windrose mendadak jadi sorotan bukan karena kontennya, melainkan karena dampaknya terhadap perangkat pemain. Game RPG survival adventure buatan studio Kraken Express ini dilaporkan dapat menulis data ke SSD dalam volume yang sangat besar hingga berpotensi memperpendek umur penyimpanan secara drastis.
Masalah itu membuat Windrose berbeda dari bug Early Access yang biasanya hanya mengganggu gameplay. Di sini, gangguannya justru menyentuh perangkat keras, dan yang paling rentan adalah SSD modern yang banyak dipakai di PC konsumen.
Write data yang tidak wajar
Windrose diluncurkan pada April lalu dan langsung menarik perhatian setelah pemain melihat aktivitas write data yang janggal pada media penyimpanan mereka. Saat karakter berlari mengelilingi markas, game ini tercatat membaca dan menulis data dalam jumlah besar dengan lonjakan mencapai 30MB per detik.
Beban itu menjadi lebih berat ketika pemain mengemudikan kapal. Dalam sesi bermain normal, aktivitas tersebut disebut dapat mencapai sekitar 108GB penulisan data per jam.
Untuk HDD tradisional, angka sebesar itu mungkin masih terdengar seperti beban biasa. Namun pada SSD, pola penulisan terus-menerus seperti ini jauh lebih berisiko karena sel memori NAND Flash memiliki batas usia siklus tulis.
Kenapa SSD bisa cepat aus
Masalah Windrose jadi lebih serius karena banyak PC kelas konsumen kini memakai SSD tipe QLC. Jenis ini disebut sangat rentan terhadap beban penulisan I/O yang dipaksa berlangsung ekstrem dan terus-menerus.
YouTuber Pixel Operative bersama ahli penyimpanan NewMaxx/BoreCraft kemudian membedah perilaku game tersebut. Keduanya menemukan sumber persoalan berada pada penggunaan database RocksDB untuk menyimpan progres pemain.
Kesalahan utama datang dari konfigurasi cache database yang terlalu kecil. Begitu cache penuh, sistem dipaksa terus-menerus membuang data sementara dan menulis puluhan ribu perubahan status langsung ke disk fisik.
Developer bergerak cepat
Kraken Express merespons temuan itu dengan cepat. Pada 30 April 2026, studio tersebut merilis patch pembaruan untuk mengatasi penggunaan SSD dan CPU yang berlebihan.
Perbaikannya langsung memberi efek besar. Sebelum patch, kesalahan konfigurasi RocksDB memicu sekitar 90.000 hingga 130.000 penulisan per detik.
Setelah diperbaiki, angkanya turun tajam menjadi rata-rata hanya 20 hingga 30 penulisan per detik saat pemain berlayar. Penurunan ini menunjukkan bahwa masalah utama memang datang dari sistem penyimpanan data di dalam game, bukan dari beban gameplay biasa.
Bagi pemain yang sudah menginstal Windrose, pembaruan menjadi langkah penting agar SSD tidak terus menerima beban tulis yang tidak normal. Studi kasus ini juga memperlihatkan bahwa sebuah game Early Access tidak hanya bisa menyisakan bug visual atau performa, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan hardware jika sistem penyimpanan datanya tidak dikonfigurasi dengan benar.
Source: inet.detik.com






