Samsung resmi membawa Galaxy S26 Series dan Galaxy Buds4 Series ke Indonesia. Produk ini mulai dijual lewat Samsung Store, situs resmi Samsung Indonesia, dan jaringan mitra ritel di Tanah Air.
Sorotan utama ada pada Galaxy S26 Ultra yang diklaim membawa peningkatan besar untuk pemotretan malam. Samsung menempatkan ponsel ini sebagai perangkat yang cocok untuk merekam suasana malam takbiran agar terlihat lebih terang, detail, dan stabil.
Galaxy S26 Ultra fokus pada kamera malam
Samsung menyebut Galaxy S26 Ultra memakai aperture hingga f/1.4 pada kamera utamanya. Angka ini lebih lebar dibanding generasi sebelumnya yang berada di f/1.7, sehingga sensor dapat menangkap cahaya lebih banyak saat kondisi minim pencahayaan.
Peningkatan ini menjadi penting untuk kebutuhan foto dan video malam hari. Dengan cahaya yang masuk lebih besar, gambar berpotensi tampil lebih terang tanpa kehilangan banyak detail pada area gelap.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan kamera tetap menjadi alasan utama banyak pengguna memilih lini Galaxy S. Menurut dia, peningkatan hardware dan software kamera di Galaxy S26 Ultra ditujukan agar hasil foto dan video lebih tajam serta tetap terang dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Samsung juga menambahkan sistem pemrosesan gambar AI ISP dan ProVisual Engine versi terbaru. Kedua teknologi itu bekerja secara real-time untuk mengenali tekstur, warna kulit, dan pencahayaan agar hasil foto tetap terlihat natural.
Pendekatan ini sejalan dengan tren fotografi mobile saat ini yang makin mengandalkan komputasi. Bukan hanya sensor dan lensa, kualitas akhir foto kini juga ditentukan oleh pemrosesan berbasis kecerdasan buatan.
Fitur video ikut mendapat perhatian pada Galaxy S26 Ultra. Samsung membekalinya dengan Super Steady yang kini punya opsi horizontal lock untuk membantu menjaga rekaman tetap lurus dan stabil.
Fitur tersebut disebut tetap bekerja meski ponsel dimiringkan atau diputar hingga 360 derajat. Untuk pengguna yang merekam pawai takbiran, perjalanan mudik, atau konten libur Lebaran tanpa gimbal, fitur ini menjadi salah satu nilai jual utama.
Di sisi pengeditan, Samsung menyertakan Photo Assist berbasis Galaxy AI. Pengguna bisa menghapus atau menambahkan objek langsung dari aplikasi Gallery tanpa perlu aplikasi tambahan.
Fitur semacam ini menunjukkan bahwa pengalaman kamera kini tidak berhenti saat proses pengambilan gambar. Samsung mencoba menggabungkan proses memotret, merekam, dan menyunting dalam satu ekosistem perangkat.
Galaxy Buds4 Pro hadir sebagai pendamping
Selain ponsel, Samsung juga merilis Galaxy Buds4 Pro untuk pasar Indonesia. Earbuds ini diposisikan sebagai pendamping Galaxy S26 Series, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kualitas audio lebih baik untuk menikmati musik, menonton video, atau melakukan editing konten.
Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan Galaxy Buds4 Pro membawa Ultimate Hi-Fi Sound 24-bit. Menurut Samsung, teknologi ini dirancang untuk menghasilkan audio yang lebih kaya, jernih, dan imersif.
Fitur lain yang diunggulkan adalah Active Noise Cancellation atau ANC. Samsung juga menambahkan Adaptive EQ berbasis AI untuk menyesuaikan profil suara dengan kondisi penggunaan.
Kombinasi ini dinilai relevan untuk pengguna yang ingin mendengar detail audio lebih jelas di lingkungan ramai. Saat mengedit video malam takbiran atau rekaman acara keluarga, suara latar yang lebih terkontrol bisa membantu proses pemantauan audio.
Galaxy Buds4 Pro juga dibekali Audio Eraser. Fitur ini ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan suara yang tidak diinginkan secara otomatis.
Samsung turut menambahkan Head Gesture. Dengan fitur ini, pengguna bisa menjawab panggilan lewat gerakan kepala tanpa harus menyentuh perangkat.
Secara fungsional, kemampuan seperti ini memperlihatkan arah pengembangan wearable Samsung yang makin mengutamakan kontrol hands-free. Pengalaman penggunaan dibuat lebih praktis, terutama saat pengguna sedang aktif bergerak.
Harga Galaxy S26 Ultra di Indonesia
Samsung sudah membuka penjualan resmi Galaxy S26 Series di Indonesia. Untuk model Ultra, harga yang diumumkan adalah sebagai berikut:
- Galaxy S26 Ultra 16GB/1TB: Rp31.999.000
- Galaxy S26 Ultra 12GB/512GB: Rp27.499.000
- Galaxy S26 Ultra 12GB/256GB: Rp24.499.000
Pilihan warna yang tersedia meliputi Black, Cobalt Violet, Sky Blue, dan White. Samsung juga menyiapkan warna eksklusif Pink Gold dan Silver Shadow yang hanya dijual melalui samsung.com/id.
Untuk lini audio, Samsung menyebut Galaxy Buds4 Pro tersedia dengan skema cicilan mulai Rp 300 ribuan per bulan. Sementara Galaxy Buds4 reguler ditawarkan dengan cicilan mulai Rp 200 ribuan per bulan.
Promo penjualan dan ketersediaan
Samsung menyatakan Galaxy S26 Series dan Galaxy Buds4 Series sudah tersedia mulai pertengahan Maret. Distribusi dilakukan melalui toko resmi Samsung, situs resmi, dan toko ponsel mitra di berbagai daerah.
Konsumen juga mendapat sejumlah penawaran pembelian dalam periode promosi. Samsung menawarkan total benefit hingga Rp3 juta untuk pembelian Galaxy S26 Series.
Rinciannya meliputi trade-in cashback hingga Rp2 juta. Ada juga cashback pembelian bersama perangkat wearable atau aksesori sebesar Rp1 juta.
Samsung menambahkan extra cashback Rp600 ribu bila pembelian dilakukan bersama Galaxy Buds4 Series. Opsi pembayaran yang ditawarkan mencakup bunga 0 persen, DP 0 persen, dan cicilan mulai Rp600 ribu per bulan.
Dari sisi produk, strategi Samsung terlihat jelas. Galaxy S26 Ultra ditonjolkan sebagai ponsel premium dengan kekuatan utama pada kamera malam, pemrosesan AI, dan stabilisasi video, sementara Galaxy Buds4 Pro melengkapi pengalaman dengan audio premium, ANC, dan fitur pintar untuk penggunaan harian yang lebih praktis.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com






