Samsung resmi memperkenalkan Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G sebagai penyegaran lini menengah Galaxy A. Dua model ini membawa pembaruan yang tidak terlalu besar, tetapi harga jualnya naik cukup terasa dibanding generasi sebelumnya.
Pola itu langsung menjadi sorotan karena pasar ponsel kelas menengah sangat peka terhadap selisih harga. Samsung memang menambah chipset baru, sertifikasi IP68, dan optimalisasi kamera, tetapi sebagian besar elemen penting seperti layar, baterai, dan konfigurasi kamera masih mirip dengan pendahulunya.
Pembaruan yang diberikan tergolong selektif
Galaxy A57 5G menjadi model yang paling menonjol di antara keduanya. Ponsel ini memakai Exynos 1680 berbasis fabrikasi 4nm yang diklaim lebih efisien dan lebih stabil untuk penggunaan harian.
Samsung juga menaikkan ketahanan bodi ke IP68. Peningkatan ini membuat perangkat lebih siap menghadapi debu dan air dibanding Galaxy A56 yang hanya membawa IP67.
Di sisi desain, Galaxy A57 dibuat lebih tipis dan lebih ringan. Bezel di sekeliling layar 6,7 inci Super AMOLED juga dibuat lebih ramping, sementara panelnya tetap mengusung resolusi FHD+ dan refresh rate 120Hz.
Tingkat kecerahan puncaknya disebut mencapai 1.900 nits. Angka tersebut memang kompetitif, tetapi tidak menunjukkan lompatan besar karena levelnya masih sekelas dengan generasi sebelumnya.
Galaxy A37 5G hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau. Perangkat ini memakai Exynos 1480 dan juga sudah mengantongi sertifikasi IP68, sehingga menjadi salah satu peningkatan paling relevan di kelas harganya.
Namun penyegaran desain pada Galaxy A37 tidak seagresif A57. Bobotnya disebut sedikit lebih berat, dan bezel yang dibawa masih lebih tebal ketimbang model yang lebih mahal.
Kamera lebih mengandalkan pemrosesan
Pada sektor kamera, Samsung memilih mempertahankan komposisi yang nyaris sama. Galaxy A57 5G tetap membawa kamera utama 50MP dengan OIS, kamera ultrawide 12MP, kamera makro 5MP, dan kamera depan 12MP.
Pendekatan serupa juga terlihat pada Galaxy A37 5G. Perubahan utamanya bukan pada sensor baru, melainkan pada pemrosesan gambar yang diklaim lebih baik untuk foto malam dan detail keseluruhan.
Strategi ini menunjukkan Samsung lebih fokus pada peningkatan software dan tuning ISP daripada mengganti hardware kamera secara drastis. Bagi pengguna, hasil akhirnya akan sangat bergantung pada efektivitas optimasi tersebut saat dipakai di kondisi nyata.
Spesifikasi inti yang tetap dipertahankan
Berikut ringkasan spesifikasi utama yang menjadi pembeda dan kesamaan kedua model:
| Aspek | Galaxy A37 5G | Galaxy A57 5G |
|---|---|---|
| Chipset | Exynos 1480 | Exynos 1680 |
| Sertifikasi tahan air/debu | IP68 | IP68 |
| Layar | 6,7 inci Super AMOLED, FHD+, 120Hz | 6,7 inci Super AMOLED, FHD+, 120Hz |
| Baterai | 5.000mAh | 5.000mAh |
| Pengisian cepat | 45W | 45W |
| Kamera utama | 50MP dengan OIS | 50MP dengan OIS |
| Kamera depan | 12MP | 12MP |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa lonjakan fitur belum terlalu luas. Samsung lebih menekankan peningkatan di sisi efisiensi chip, daya tahan bodi, dan pemrosesan kamera.
One UI 8.5 dan baterai masih jadi fondasi
Kedua perangkat menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16. Langkah ini penting karena Samsung tetap menjaga konsistensi pengalaman perangkat lunak di lini Galaxy A, termasuk dukungan fitur antarmuka yang lebih matang.
Sektor daya juga tidak berubah banyak. Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G sama-sama membawa baterai 5.000mAh dengan pengisian cepat 45W.
Kombinasi ini masih kompetitif untuk kebutuhan harian. Namun karena kapasitas baterai dan kecepatan isi ulang tidak meningkat, daya tarik utama kedua ponsel tetap bertumpu pada efisiensi chipset dan pemrosesan software.
Harga dipasang lebih tinggi
Di peluncuran resminya, Samsung mencantumkan harga sebagai berikut.
-
Galaxy A37 5G
- 6GB + 128GB: ₹41999 atau €429
- 8GB + 256GB: ₹47499 atau €519
- 12GB + 256GB: ₹52999
- Galaxy A57 5G
- 8GB + 256GB: ₹58999 atau €529
- 12GB + 256GB: ₹62999 atau €589
Penjualan perdana dijadwalkan mulai 10 April. Samsung juga menyiapkan promo pre-order berupa upgrade penyimpanan gratis pada periode awal penjualan.
Yang paling mencuri perhatian tetap kenaikan harga di tengah pembaruan yang terbilang tipis. Dalam persaingan ponsel kelas menengah, kondisi seperti ini biasanya membuat konsumen membandingkan nilai jual secara lebih ketat, apalagi ketika peningkatan spesifikasi utama belum terasa besar.
Samsung masih punya keunggulan lewat ekosistem Galaxy, reputasi pembaruan software, dan popularitas One UI. Karena itu, Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G tetap berpeluang menarik pengguna yang mengutamakan stabilitas pemakaian, ketahanan IP68, serta pengalaman antarmuka yang konsisten di kelas menengah.
