Chipset Exynos 2700 mulai terdeteksi di basis data Geekbench dan langsung memunculkan pertanyaan besar tentang arah pengembangan chip flagship Samsung berikutnya. Kemunculan ini menarik karena Exynos 2600 baru dipakai pada Galaxy S26 dan Galaxy S26+ di sejumlah pasar, tetapi penerusnya sudah masuk tahap pengujian awal.
Listing benchmark tersebut belum datang dari pengumuman resmi Samsung, namun kode model S5E9975 dan konfigurasi teknis yang muncul membuat banyak pengamat mengaitkannya dengan Exynos 2700. Temuan ini juga memberi sinyal bahwa Samsung menyiapkan penerus seri Exynos lebih cepat dari yang diperkirakan.
Exynos 2700 terungkap di Geekbench
Data yang beredar di Geekbench dan pertama kali disorot tipster Abhishek Yadav menunjukkan chipset Samsung dengan nomor model S5E9975. Kode itu selaras dengan pola penamaan internal Exynos, sehingga dugaan bahwa ini adalah Exynos 2700 menjadi cukup kuat.
Pengujian tersebut memperlihatkan CPU 10-core dengan susunan frekuensi yang tidak lazim untuk kelas flagship saat ini. Konfigurasinya terdiri dari satu inti 2,30GHz, empat inti 2,40GHz, satu inti 2,78GHz, dan empat inti 2,88GHz.
Struktur itu berbeda dari Exynos 2600 yang memakai pendekatan tiga klaster 6+3+1. Perubahan arsitektur seperti ini biasanya menandakan Samsung sedang mencari komposisi baru untuk menekan konsumsi daya sekaligus menjaga performa multi-core.
Skor awal yang belum menunjukkan lompatan besar
Dalam pengujian Geekbench 6.6.0 untuk Android AArch64, chip ini mencatat skor single-core 2.603 poin dan multi-core 10.350 poin. Angka tersebut masih tergolong awal dan belum bisa dijadikan patokan akhir untuk performa komersial.
Sebagai pembanding, Galaxy S26 berbasis Exynos 2600 dalam pengujian Gadgets 360 mencatat single-core 2.888 poin dan multi-core 10.350 poin. Jika dibandingkan langsung, hasil awal Exynos 2700 memang belum terlihat lebih unggul, terutama di sisi single-core.
Berikut perbandingan singkatnya:
| Chipset | Single-core | Multi-core |
|---|---|---|
| Exynos 2700 | 2.603 | 10.350 |
| Exynos 2600 | 2.888 | 10.350 |
Namun, hasil benchmark awal sering belum mencerminkan performa final. Chip yang masih berada dalam tahap pengembangan biasanya masih menerima optimasi firmware, penjadwalan beban kerja, manajemen termal, dan efisiensi daya.
GPU Xclipse 970 ikut terdeteksi
Selain CPU, data Geekbench juga menampilkan GPU Xclipse 970. Nama Xclipse selama ini identik dengan lini grafis Samsung yang dikembangkan bersama teknologi AMD, sehingga kemunculan versi baru menarik perhatian untuk kebutuhan gaming dan olah grafis.
Perangkat penguji juga tercatat membawa RAM 10,80GB, yang sangat mungkin dipasarkan sebagai 12GB. Selain itu, sistem yang digunakan terlihat menjalankan Android 17, yang mengisyaratkan pengujian dilakukan pada platform perangkat lunak yang lebih baru.
Nama motherboard “s5e9975” ikut muncul dalam daftar, dan detail itu kembali menguatkan dugaan bahwa chip tersebut memang Exynos 2700. Dalam kebocoran benchmark, konsistensi kode internal seperti ini sering menjadi petunjuk penting untuk mengidentifikasi silicon yang belum diumumkan.
Detail penting dari listing Geekbench
- Nomor model yang muncul adalah S5E9975.
- CPU memakai 10 inti dengan empat kelompok frekuensi.
- Skor single-core tercatat 2.603 poin.
- Skor multi-core mencapai 10.350 poin.
- GPU yang terdeteksi adalah Xclipse 970.
- RAM perangkat uji terbaca 10,80GB atau kemungkinan 12GB.
- Sistem operasi yang dipakai adalah Android 17.
Di luar benchmark CPU, Exynos 2700 juga sempat terlihat dalam pengujian GPU Geekbench. Pada tes OpenCL, chip ini mencatat skor 15.618 poin, yang memberi gambaran awal soal kemampuan grafisnya.
Skor tersebut belum cukup untuk memetakan posisi Exynos 2700 terhadap para pesaingnya. Meski begitu, kemunculan di benchmark CPU dan GPU secara bersamaan biasanya menandakan pengembangan chip sudah masuk fase pengujian yang lebih aktif.
Apa artinya untuk Galaxy S27
Jika pola Samsung tidak berubah, Exynos 2700 berpotensi menjadi kandidat utama untuk seri Galaxy S27 di sebagian pasar. Samsung selama beberapa generasi memang kerap membagi penggunaan chipset flagship antara Exynos dan platform lain, tergantung wilayah penjualan.
Meski demikian, belum ada kepastian perangkat mana yang akan menjadi debut chip tersebut. Samsung juga belum mengumumkan detail proses fabrikasi, target efisiensi, atau peningkatan NPU yang kemungkinan besar akan menjadi aspek penting untuk fitur AI di ponsel premium.
Dari sisi industri, kemunculan Exynos 2700 di Geekbench menandakan Samsung Foundry terus mengakselerasi siklus pengembangan chip internalnya. Setelah Exynos 2600 muncul sebagai prosesor flagship 2nm buatan Samsung untuk Galaxy S26 dan Galaxy S26+, sorotan kini bergeser pada seberapa jauh Exynos 2700 bisa disempurnakan sebelum masuk ke perangkat komersial berikutnya.







