X, platform media sosial milik Elon Musk yang dulu bernama Twitter, segera merilis aplikasi berkirim pesan baru bernama XChat. Aplikasi ini muncul saat Musk kembali melontarkan kritik terhadap WhatsApp dan mendorong X untuk masuk lebih jauh ke pasar komunikasi privat.
XChat kini sudah tersedia di App Store untuk iPhone dan iPad, dengan opsi pre-order sebelum peluncuran yang dijadwalkan pada 17 April. Kehadiran aplikasi ini menjadi sinyal bahwa X tidak hanya ingin menjadi platform media sosial, tetapi juga pusat percakapan, panggilan, dan pengiriman file dalam satu ekosistem.
Musk geser fokus dari DM ke aplikasi terpisah
Rencana menghadirkan layanan pesan baru di X sebenarnya sudah dibahas Musk sejak pertengahan tahun 2025. Saat itu, Musk sempat menyebut fitur direct messages atau DM di X akan mendapat versi baru dengan enkripsi dan arsitektur yang berbeda.
Namun, alih-alih hadir sebagai pembaruan DM di dalam aplikasi utama, layanan tersebut kini muncul sebagai XChat yang berdiri sendiri. Pergeseran ini menunjukkan X memilih pendekatan yang lebih tegas untuk membangun alat komunikasi yang lebih aman dan lebih fungsional.
Fitur yang ditawarkan XChat
X mengklaim XChat memakai enkripsi end-to-end untuk melindungi percakapan pengguna. Selain pesan teks, aplikasi ini juga mendukung panggilan suara dan video, sehingga posisinya tidak sekadar menjadi layanan chat biasa.
Berikut sejumlah fitur utama XChat yang terungkap sejauh ini:
- Pengiriman pesan teks dengan enkripsi end-to-end
- Panggilan suara dan panggilan video
- Pengiriman dokumen
- Pembuatan grup percakapan
- Edit pesan setelah dikirim
- Hapus pesan untuk semua anggota chat
- Fitur blokir screenshot
- Disappearing messages yang hilang otomatis setelah lima menit
Salah satu daya tarik tambahan adalah kapasitas grup yang diklaim bisa menampung hingga 481 anggota. Di App Store, X juga menjanjikan XChat tidak akan menampilkan iklan dan tidak akan melacak pengguna.
Langkah X menantang WhatsApp
Peluncuran XChat tidak lepas dari manuver Musk yang belakangan menyindir WhatsApp soal privasi dan enkripsi. Kritik itu memicu respons dari WhatsApp yang langsung membantah tuduhan tersebut dan menyebut klaim Musk tidak benar serta tidak masuk akal.
Polemik itu penting karena persaingan aplikasi pesan instan semakin ketat, terutama di tengah tuntutan pengguna terhadap keamanan data. X mencoba mengambil celah dengan menawarkan janji perlindungan percakapan, minim iklan, dan integrasi langsung dengan akun X.
Jika strategi ini berhasil, XChat bisa menjadi alat untuk memperluas fungsi X dari sekadar media sosial menjadi platform komunikasi serba guna. Posisi itu berpotensi menarik pengguna yang ingin menggabungkan aktivitas publik, pesan pribadi, dan layanan panggilan dalam satu identitas digital.
Siapa yang bisa memakai XChat
Saat ini, XChat hanya bisa diakses oleh pengguna yang sudah memiliki akun X. Aplikasi tersebut juga baru tersedia untuk perangkat iPhone dan iPad, sehingga belum semua pengguna bisa menjajalnya.
Belum ada kepastian apakah X akan merilis XChat untuk Android dalam waktu dekat. Ketidakjelasan ini membuat peluncuran awal masih terbatas, meski minat publik terhadap aplikasi baru milik Musk biasanya cukup tinggi.
Mengapa peluncuran ini penting
Kehadiran XChat memperlihatkan ambisi Musk untuk membangun ekosistem aplikasi yang lebih tertutup, aman, dan terhubung dengan identitas pengguna di X. Di sisi lain, tantangannya juga besar karena pasar pesan instan sudah dikuasai pemain mapan dengan basis pengguna sangat besar.
XChat harus membuktikan bahwa janji privasi, fitur panggilan, serta kemampuan berbagi file benar-benar berjalan stabil. Tanpa eksekusi yang kuat, aplikasi ini berisiko hanya menjadi proyek baru yang ramai dibahas pada awal peluncuran, tetapi sulit menembus kebiasaan pengguna WhatsApp yang sudah sangat mapan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com






