Dua Minggu Menukar Laptop dengan Infinix Xpad Edge, Ringan dan Hemat tapi Desktop Mode Absen

Infinix Xpad Edge muncul sebagai alternatif bagi pengguna yang ingin bekerja lebih ringan tanpa terus membawa laptop. Dalam pemakaian harian untuk tugas kantor, menulis, browsing, dan rapat online, tablet ini memang terasa praktis dan hemat, tetapi belum sepenuhnya bisa menggantikan fungsi laptop untuk semua kebutuhan.

Perangkat ini menarik karena datang dengan pendekatan yang jelas, yakni tablet produktivitas dengan paket penjualan yang lengkap. Di kisaran harga Rp 4 jutaan, Infinix Xpad Edge menawarkan keyboard dan stylus di dalam boks, sesuatu yang masih jarang ditemukan pada tablet lain di kelas serupa.

Desain tipis yang mendukung mobilitas

Salah satu nilai paling kuat dari Infinix Xpad Edge ada pada desainnya yang ringkas. Bodinya setebal 6,19 mm dengan bobot 588 gram, sehingga lebih ringan dibandingkan Infinix Xpad GT yang memiliki berat 655 gram.

Angka ini penting untuk pengguna yang sering berpindah tempat kerja. Tablet menjadi lebih mudah dibawa ke kafe, ruang meeting, atau transportasi publik tanpa menambah beban seperti laptop konvensional.

Build quality perangkat ini juga memberi kesan solid dan rapi. Karakter desain seperti ini membuat Xpad Edge cocok diposisikan sebagai perangkat kerja mobile yang mengutamakan portabilitas.

Layar besar, lebih nyaman untuk kerja ringan

Infinix membekali Xpad Edge dengan layar 13,2 inci. Ukuran ini memberi ruang pandang yang cukup lega untuk membaca dokumen, membuka spreadsheet, hingga menonton video referensi saat bekerja.

Layar besar juga membantu saat menjalankan dua aplikasi sekaligus. Sertifikasi kenyamanan mata dan fitur night light menjadi nilai tambah karena dapat mengurangi kelelahan saat perangkat dipakai dalam durasi panjang.

Untuk kelas tablet produktivitas, ukuran layar seperti ini membuat transisi dari laptop ke tablet tidak terasa terlalu ekstrem. Pengguna masih bisa mengetik, membaca, dan meninjau materi kerja dengan area tampilan yang relatif nyaman.

Keyboard dan stylus jadi nilai lebih

Paket pembelian menjadi salah satu alasan utama perangkat ini terlihat kompetitif. Keyboard dan stylus yang langsung tersedia membuat pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mulai bekerja.

Keyboard tersebut juga dilengkapi touchpad. Kehadiran touchpad membuat navigasi terasa lebih dekat ke pengalaman laptop, terutama untuk berpindah aplikasi, memilih teks, dan mengakses menu tanpa terus menyentuh layar.

Meski begitu, touchpad belum sepenuhnya sempurna. Dalam kondisi jari lembap, presisinya disebut masih bisa menurun, sehingga pengalaman navigasi sesekali terasa kurang konsisten.

Performa cukup untuk produktivitas harian

Dari sisi spesifikasi, Infinix Xpad Edge ditenagai Snapdragon 685 dengan fabrikasi 6nm. Chip ini dipadukan dengan CPU octa-core hingga 2,8 GHz, GPU Adreno 610, RAM 8 GB LPDDR4X, dan memori internal UFS 2.2 256 GB.

Kombinasi itu cukup memadai untuk pekerjaan harian. Aktivitas seperti membuka browser, Google Docs, aplikasi catatan, email, dan layanan konferensi video masih dapat berjalan dengan lancar.

Fitur split windows juga tersedia untuk mendukung multitasking dasar. Pengguna bisa membuka dokumen di satu sisi layar sambil menampilkan referensi atau percakapan kerja di sisi lain.

Untuk pekerjaan konten ringan, tablet ini juga masih sanggup menangani editing video sederhana melalui aplikasi seperti CapCut. Timeline yang lebih luas dibanding smartphone memberi ruang kerja yang lebih nyaman saat memangkas klip atau menambahkan elemen dasar.

Namun, ada batas yang mulai terasa saat pemakaian berlangsung intensif dalam waktu lama. Respons sistem dapat menurun meski belum sampai mengganggu penggunaan secara total.

Bisa menggantikan laptop, tapi hanya pada skenario tertentu

Penggantian laptop dengan tablet paling masuk akal untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan software desktop berat. Tugas seperti menulis, revisi dokumen, membaca presentasi, kelas online, dan komunikasi tim menjadi area yang cukup ideal untuk Xpad Edge.

Tablet ini juga relevan untuk pekerja lapangan, mahasiswa, atau pengguna yang lebih sering bekerja berbasis cloud. Selama alur kerja bertumpu pada aplikasi ringan dan layanan web, perangkat ini mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Tetapi, kebutuhan yang lebih kompleks masih menjadi tantangan. Saat pekerjaan menuntut banyak jendela aktif, manajemen file yang lebih fleksibel, atau aplikasi profesional yang lebih berat, laptop tradisional tetap lebih unggul.

Keterbatasan terbesar ada di desktop mode

Salah satu kekurangan paling penting dari Infinix Xpad Edge adalah tidak adanya desktop mode. Padahal, fitur ini sudah mulai hadir di sejumlah tablet lain, termasuk pada segmen harga yang lebih rendah.

Desktop mode biasanya menghadirkan antarmuka mirip komputer dengan jendela aplikasi yang lebih bebas diatur. Tanpa fitur ini, pengalaman multitasking pada Xpad Edge terasa belum sefleksibel laptop, terutama untuk pengguna yang terbiasa membuka banyak aplikasi sekaligus.

Ketiadaan desktop mode membuat transisi penuh dari laptop ke tablet menjadi kurang mulus. Bagi pengguna profesional, hal ini bisa menjadi faktor yang cukup menentukan.

Baterai besar, isi daya masih tergolong lambat

Infinix Xpad Edge membawa baterai 8.000 mAh dengan dukungan pengisian daya 18W. Kapasitas ini cukup menjanjikan untuk menemani pekerjaan harian tanpa harus terlalu sering mencari colokan.

Di sisi lain, waktu pengisian penuh dilaporkan bisa mendekati empat jam. Untuk pengguna yang terbiasa dengan pengisian cepat di smartphone modern, durasi ini jelas terasa lebih lambat.

Meski demikian, daya tahannya tetap menjadi nilai positif untuk kebutuhan kerja mobile. Tablet bisa lebih diandalkan untuk sesi kerja di luar ruangan selama pola pakainya tidak terlalu berat.

Kamera dan AI masih pelengkap

Kamera depan tersedia untuk kebutuhan video call, tetapi kualitasnya masih standar. Hasil paling baik muncul saat pencahayaan cukup, sedangkan dalam kondisi minim cahaya gambar terlihat kurang tajam.

Infinix juga menyertakan akses cepat ke asisten virtual AI Folax lewat tombol khusus di keyboard. Fitur ini menarik di atas kertas, tetapi fungsi perintah suara disebut belum optimal dan lebih efektif saat menerima instruksi berbasis teks.

Berikut poin singkat yang paling menonjol dari Infinix Xpad Edge:

  1. Desain tipis 6,19 mm dan bobot 588 gram.
  2. Layar 13,2 inci dengan fitur kenyamanan mata.
  3. Paket pembelian sudah termasuk keyboard dan stylus.
  4. Performa cukup untuk dokumen, browsing, dan edit ringan.
  5. Baterai 8.000 mAh, tetapi charging 18W relatif lambat.
  6. Tidak memiliki desktop mode untuk multitasking lanjutan.

Melihat kombinasi fitur, spesifikasi, dan harga Rp 4 jutaan, Infinix Xpad Edge menawarkan nilai yang cukup menarik untuk pengguna yang mengejar perangkat kerja ringan. Tablet ini efektif untuk mobilitas, hemat ruang, dan cukup mumpuni untuk produktivitas harian, tetapi batasnya akan cepat terlihat saat kebutuhan sudah mendekati standar kerja laptop penuh.

Terkait