Informasi harga smartphone Vivo dan iQOO menjadi salah satu yang paling dicari karena kedua merek ini memiliki lini produk yang sangat lebar. Pilihannya mencakup ponsel entry level untuk kebutuhan harian, kelas menengah untuk multitasking dan kamera, hingga flagship untuk gaming dan fotografi premium.
Di pasar Indonesia, katalog Vivo dan iQOO saat ini juga terlihat semakin padat dengan hadirnya model baru serta tetap bertahannya seri lama yang masih kompetitif. Kondisi ini membuat calon pembeli perlu melihat daftar harga secara utuh agar lebih mudah menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan penggunaan.
Peta harga Vivo dan iQOO saat ini
Artikel referensi dari Haloyouth menyebut pasar smartphone Indonesia kembali diramaikan oleh perangkat baru dari Vivo dan iQOO. Sorotan utamanya datang dari iQOO 15, Vivo V50, dan iQOO Z10 5G yang mewakili segmen flagship, menengah premium, dan menengah terjangkau.
Secara umum, iQOO tetap kuat di citra performa dan gaming. Sementara Vivo lebih menonjol lewat desain, kamera portrait, dan pilihan produk yang lebih luas dari seri Y, V, X, hingga foldable.
Daftar harga smartphone Vivo dan iQOO
Berikut ringkasan harga berdasarkan data pada artikel referensi dan model yang disebut masih tersedia di pasar.
iQOO 15
- 12GB/256GB: Rp12.999.000
- 16GB/1TB: Rp15.999.000
Vivo V50
- 8GB/256GB: Rp6.499.000
- 12GB/256GB: Rp6.999.000
- 12GB/512GB: Rp7.999.000
iQOO Z10 5G
- Kisaran harga: Rp3.699.000 hingga Rp4.699.000
Vivo X Fold3 Pro
- Sekitar Rp26.999.000
Vivo X100 Pro
- Sekitar Rp16.999.000
- Model lain yang masih tersedia
- Vivo V30 Pro
- Vivo V29e
- Vivo Y36 5G
Untuk tiga model terakhir, artikel referensi tidak mencantumkan angka harga rinci. Namun ketiganya disebut masih banyak diminati karena menawarkan kombinasi spesifikasi dan harga yang dinilai semakin kompetitif.
Flagship: fokus performa ekstrem dan kamera premium
iQOO 15 menjadi salah satu model paling menonjol di kelas atas. Berdasarkan artikel referensi, perangkat ini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Supercomputing Chip Q3 untuk membantu performa grafis dan stabilitas saat menjalankan game berat.
Ponsel ini juga membawa layar OLED LTPO beresolusi 2K dengan refresh rate sampai 144Hz. Kombinasi ini menempatkan iQOO 15 sebagai opsi kuat bagi pengguna yang mengutamakan frame rate tinggi, respons cepat, dan kualitas visual premium.
Di kubu Vivo, X Fold3 Pro dan X100 Pro tetap berada di lapisan harga atas. Kedua model ini relevan bagi pengguna yang mencari fitur premium, material lebih mewah, dan kemampuan kamera kelas flagship.
Vivo juga disebut mulai memperkenalkan X300 Pro secara global sebagai penerus lini flagship seri X. Untuk pasar China, artikel referensi menyebut Vivo X300 dibanderol mulai sekitar Rp10,3 juta hingga Rp13,5 juta, sedangkan Vivo X300 Pro diperkirakan mulai sekitar Rp12,35 juta sampai Rp15,6 juta, tergantung memori.
Meski begitu, angka tersebut merupakan harga pasar luar negeri dan bukan harga resmi Indonesia. Karena itu, calon pembeli perlu membedakan antara harga global, estimasi pasar tertentu, dan banderol resmi distribusi lokal.
Kelas menengah premium: kamera dan desain masih jadi daya tarik
Vivo V50 menempati posisi penting di kelas menengah premium. Haloyouth menyoroti seri ini sebagai pilihan menarik untuk pengguna yang gemar fotografi, khususnya portrait, dengan desain bodi yang tetap mengedepankan sisi estetika.
Dengan harga mulai Rp6.499.000, Vivo V50 menyasar konsumen yang ingin perangkat seimbang. Segmen ini biasanya menjadi favorit karena menawarkan peningkatan kamera, layar, dan desain tanpa harus masuk ke harga flagship.
Pilihan lain yang masih relevan adalah Vivo V30 Pro dan Vivo V29e. Walau harga rinci tidak dicantumkan dalam referensi, keberadaan keduanya menunjukkan bahwa Vivo masih punya stok pilihan kuat di kelas menengah untuk pengguna yang lebih fokus pada kamera dan tampilan.
Kelas menengah terjangkau: baterai besar dan performa cukup
iQOO Z10 5G menjadi salah satu model yang paling menarik untuk pembeli dengan anggaran lebih realistis. Artikel referensi menyebut ponsel ini memakai Snapdragon 7s Gen 3 dan baterai 7.300mAh, kapasitas yang sangat besar untuk kelas menengah.
Harga Rp3.699.000 hingga Rp4.699.000 membuat iQOO Z10 5G punya posisi yang cukup agresif. Perangkat ini cocok untuk pengguna yang memprioritaskan daya tahan panjang, gaming kasual hingga menengah, serta kebutuhan harian yang intens.
Di lini Vivo, seri Y masih menjadi pintu masuk untuk konsumen entry level dan menengah bawah. Vivo Y39 disebut membawa baterai 6.500mAh untuk pengguna yang membutuhkan daya tahan lebih lama, sedangkan Vivo Y36 5G masih masuk daftar model yang diminati di Indonesia.
Perbedaan karakter Vivo dan iQOO
Vivo cenderung kuat pada pengguna yang mencari keseimbangan antara kamera, desain, dan pengalaman harian. Ini terlihat dari penekanan pada seri V dan X yang sering dikaitkan dengan portrait, estetika bodi, serta kolaborasi kamera premium pada lini tertinggi.
Sebaliknya, iQOO lebih konsisten menyasar pengguna yang menuntut performa tinggi. Pemakaian chipset kelas atas, layar refresh rate tinggi, dan identitas gaming yang kuat membuat iQOO lebih mudah menarik perhatian pasar muda dan mobile gamer.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli
Harga smartphone dapat berbeda tergantung varian RAM, penyimpanan, kanal penjualan, dan promo tiap toko. Karena itu, daftar harga sebaiknya dijadikan acuan awal sebelum memeriksa ketersediaan unit dan garansi resmi.
Pembeli juga perlu menyesuaikan pilihan dengan pola penggunaan. Untuk kebutuhan komunikasi, media sosial, dan baterai awet, seri Y dan iQOO Z biasanya sudah memadai, sedangkan seri V, X, dan iQOO angka tertinggi lebih cocok untuk kamera serius, gaming berat, dan produktivitas yang lebih intensif.
Rentang harga Vivo dan iQOO saat ini menunjukkan bahwa kedua merek masih bermain agresif di hampir semua segmen. Dari iQOO Z10 5G di kelas menengah terjangkau sampai Vivo X Fold3 Pro di kelas ultra-premium, pasar Indonesia kini memiliki lebih banyak opsi perangkat yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing.







