
Vivo Y31d Pro langsung menarik perhatian karena membawa baterai 7.000 mAh ke kelas smartphone yang kini makin ramai bersaing di Indonesia. Pertanyaan paling penting justru bukan sekadar besar kapasitasnya, melainkan seberapa lama daya itu benar-benar bertahan saat dipakai harian.
Pengujian penggunaan selama kurang lebih dua minggu memberi gambaran yang cukup jelas. Dalam skenario pemakaian campuran, baterai ponsel ini terbukti sanggup menemani aktivitas sampai lebih dari dua hari dalam sekali isi penuh.
Awet untuk pemakaian campuran
Saat dipakai untuk menonton live shopping selama satu jam, baterai Vivo Y31d Pro hanya turun sekitar 2 persen. Ketika durasinya diperpanjang menjadi tiga jam, dayanya baru berkurang sekitar 7 persen dan tersisa 93 persen.
Pada skenario lain, ponsel ini digunakan untuk menonton video streaming YouTube selama sekitar tiga jam dengan kualitas standar. Dalam penggunaan tersebut, konsumsi baterainya mencapai 15 persen dan sisa daya masih 78 persen.
Pengujian juga mencakup aktivitas yang lebih santai seperti chatting WhatsApp, membuka marketplace, melihat live shopping, dan menelusuri internet lewat browser. Dalam rentang sekitar 15 jam, konsumsi daya tercatat sekitar 36 persen dan baterai tersisa 64 persen.
Tahan sampai lebih dari dua hari
Saat dipakai kembali pada hari berikutnya, ponsel ini masih digunakan untuk streaming video, live shopping, video call, dan game ringan seperti Endless Runner. Dalam penggunaan sekitar 13,5 jam, baterai terkuras sekitar 46 persen dan sisa dayanya 17 persen.
Masih ada tenaga tersisa untuk sekitar 3,5 jam aktivitas serupa sebelum baterai benar-benar habis. Jika dijumlahkan dari kondisi penuh, skenario penggunaan seperti itu membuat Vivo Y31d Pro mampu bertahan lebih dari dua hari.
Untuk pemakaian yang lebih jarang, daya tahannya bahkan bisa mendekati sepekan. Skenario ini hanya melibatkan streaming YouTube sekitar satu jam per hari atau sesekali live shopping dan berkirim pesan.
Pengisian ulang juga cepat
Baterai besar tidak membuat proses isi ulang terasa lama. Vivo menyertakan adapter bawaan dengan output maksimum 90 watt, dan pengisian dari 0 persen hingga penuh memakan waktu sekitar 1,5 jam.
Dalam pengukuran yang lebih rinci, pengisian 42 menit sudah mengisi 47 persen baterai. Sementara satu jam pengecasan telah membawa daya ke sekitar 67 persen.
Kecepatan ini terasa penting karena kapasitas 7.000 mAh umumnya identik dengan waktu isi ulang yang lebih panjang. Dalam kasus Vivo Y31d Pro, kombinasi baterai jumbo dan charger kencang membuat ponsel ini lebih praktis untuk dipakai intensif.
Nyaman dipakai, meski bodi agak licin
Selama pengujian, suhu ponsel tetap terasa nyaman saat dipakai streaming video secara intens. Saat sedang diisi daya, bodinya memang terasa hangat, tetapi tidak mengganggu genggaman.
Satu catatan muncul dari finishing doff pada penampang bodi yang membuat perangkat terasa agak licin. Vivo menyertakan softcase transparan di dalam kemasan untuk membantu genggaman lebih mantap.
Di luar ketahanan daya, Vivo juga menonjolkan durabilitas perangkat ini lewat sertifikasi ketahanan militer dan IP68 serta IP69. Ponsel ini diklaim tahan benturan, cipratan, semprotan air bertekanan tinggi, hingga bisa dibawa berenang di kedalaman air sampai 1,5 meter selama 30 menit.
Spesifikasi yang mendukung pengalaman harian
Vivo Y31d Pro memakai layar LCD 6,75 inci dengan resolusi 1.570 x 720 piksel dan refresh rate hingga 120 Hz. Panel ini juga menawarkan tingkat kecerahan puncak hingga 1.250 nits, sementara performanya ditenagai Snapdragon 685 dengan fabrikasi 6 nm.
Pilihan memorinya terdiri dari 6 GB/128 GB, 6 GB/256 GB, dan 8 GB/256 GB. Di sektor kamera, tersedia kamera utama 50 MP, kamera bokeh 2 MP, dan kamera depan 8 MP, lengkap dengan mode seperti Night, Live Photo, dan Dual View.
Ponsel ini menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6, serta membawa fitur AI seperti AI Magic Move, AI Erase 2.0, dan AI Creation. Vivo Y31d Pro dijual dalam warna putih dan hitam dengan harga Rp 4,3 juta untuk 6 GB/128 GB, Rp 4,9 juta untuk 6 GB/256 GB, dan Rp 5,5 juta untuk 8 GB/256 GB.
Source: tekno.kompas.com




