Empat astronaut misi Artemis 2 menghadapi gangguan yang tak biasa saat menjalani perjalanan menuju Bulan. Bukan soal mesin roket atau navigasi, melainkan Microsoft Outlook yang tiba-tiba bermasalah di perangkat komputasi pribadi mereka di dalam kapsul Orion.
Insiden ini terjadi sekitar 13 jam setelah wahana mengangkasa, ketika komandan misi Reid Wiseman melaporkan adanya kendala teknis kepada Mission Control di Bumi. Keluhan itu awalnya berkaitan dengan software Optimus, tetapi laporan berkembang menjadi masalah yang lebih sederhana sekaligus mengganggu, yakni dua aplikasi Outlook yang tidak bisa dibuka.
Gangguan IT di luar angkasa
Wiseman menyampaikan bahwa ia sudah mencoba mematikan dan menyalakan kembali perangkat Microsoft Surface Pro yang digunakan dalam misi. Langkah dasar itu tidak berhasil, sehingga kru meminta bantuan dari pusat kendali misi untuk memeriksa perangkat dari jarak jauh.
Dalam percakapan dengan Mission Control, Wiseman menegaskan bahwa dua instalasi Microsoft Outlook yang ada di perangkatnya sama-sama tidak berfungsi. Ia juga meminta tim darat mengecek Optimus dan aplikasi surel itu dari jarak jauh agar aktivitas komunikasi dan dokumen misi tidak terganggu lebih lama.
Pusat kendali misi kemudian memberi kabar bahwa mereka sudah mengakses komputer pribadi kru tersebut dari Bumi. Tim teknis berhasil menyelesaikan gangguan pada Optimus dan membuka Outlook, meski aplikasi itu tetap akan terlihat offline sesuai kondisi yang memang diperkirakan dalam sistem tersebut.
Masalah kecil, dampak besar bagi misi berawak
Kasus ini menunjukkan bahwa perjalanan antariksa modern tetap bergantung pada perangkat lunak dan sistem kerja harian yang akrab di kehidupan Bumi. Ketika email dan aplikasi pendukung terganggu, alur koordinasi kru bisa ikut melambat, terutama pada fase awal misi yang menuntut konsentrasi tinggi.
Kendala seperti ini juga memperlihatkan bahwa astronaut tidak hanya berhadapan dengan tantangan fisik dan ilmiah. Mereka juga harus mengelola perangkat digital, pembaruan sistem, koneksi lintas jaringan, dan prosedur pemulihan saat perangkat tidak merespons seperti yang diharapkan.
Berikut ringkasan masalah yang dilaporkan dan langkah penanganannya:
- Perangkat yang terdampak: Microsoft Surface Pro milik kru Artemis 2.
- Keluhan awal: masalah pada software Optimus.
- Masalah utama berikutnya: dua aplikasi Microsoft Outlook tidak bisa dibuka.
- Langkah kru: reboot manual pada perangkat.
- Tindakan Mission Control: akses jarak jauh dan pemulihan perangkat.
- Hasil akhir: Optimus pulih dan Outlook berhasil dibuka, meski tampil offline.
Bukan satu-satunya hambatan di kapsul Orion
Gangguan Outlook ternyata bukan persoalan paling serius yang dihadapi tim Artemis 2 selama misi berlangsung. Tak lama setelah lepas landas, kipas di toilet kapsul Orion dilaporkan mengalami masalah sehingga fasilitas tersebut tidak bisa dipakai untuk buang air kecil.
NASA sebenarnya telah menyiapkan kantung urinal darurat di dalam kapsul sebagai cadangan. Setelah kru menerima instruksi dari Mission Control, masalah toilet itu berhasil diatasi, sehingga misi bisa berjalan lebih stabil.
Fakta ini memperlihatkan bahwa teknologi ruang angkasa harus dirancang untuk skenario darurat yang sangat beragam. Bahkan sistem yang terlihat sederhana, seperti perangkat untuk keperluan pribadi atau fasilitas kebersihan di dalam wahana, memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan kesiapan astronaut selama penerbangan.
Artemis 2 dan ketergantungan pada sistem digital
Artemis 2 menjadi misi penting karena membawa empat astronaut dalam perjalanan selama 10 hari menuju Bulan. Di tengah misi berprofil tinggi seperti ini, setiap gangguan kecil pada perangkat digital bisa menjadi perhatian besar karena berkaitan langsung dengan keselamatan, komunikasi, dan efisiensi kerja kru.
Pengalaman ini juga menegaskan bahwa antarmuka dan aplikasi komersial tetap punya tempat dalam operasi antariksa modern. Meski berada jauh dari Bumi, astronaut tetap menggunakan sistem yang familiar, dan karena itu dukungan teknis dari darat harus siap merespons cepat ketika gangguan muncul.
Dalam konteks misi berawak, kemampuan menyelesaikan masalah dari jarak jauh menjadi bagian penting dari operasi harian. Ketika Outlook kembali bisa dibuka dan sistem pendukung pulih, kru dapat melanjutkan aktivitas dengan gangguan minimal, sementara Mission Control tetap memantau semua sistem utama yang menopang penerbangan Artemis 2.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com