Apple mulai menerapkan pemeriksaan usia yang lebih ketat bagi pengguna iPhone dan iPad di Inggris. Kebijakan ini menargetkan akses ke layanan tertentu, termasuk aplikasi dengan batasan usia 18 tahun ke atas, sekaligus memperkuat perlindungan anak dari konten dewasa dan risiko privasi di ruang digital.
Langkah tersebut hadir melalui pembaruan iOS 26.4, yang meminta pengguna melakukan verifikasi usia setelah sistem diperbarui. Apple menyebut proses ini dapat dilakukan lewat kartu kredit atau pemindaian identitas, sebagaimana dijelaskan dalam halaman dukungan resminya.
Cara kerja verifikasi usia di perangkat Apple
Apple tidak hanya mengandalkan satu cara untuk menilai usia pengguna. Perusahaan juga bisa memakai data akun yang sudah ada, seperti metode pembayaran yang tersimpan dan lama kepemilikan akun, untuk memeriksa apakah pengguna memenuhi syarat tanpa perlu verifikasi tambahan.
Pendekatan ini membuat proses lebih cepat dan mengurangi langkah manual bagi pemilik akun lama. Di sisi lain, Apple tetap menempatkan pembatasan yang lebih ketat ketika sistem tidak menemukan kepastian usia atau ketika pengguna belum memenuhi batas minimum.
Jika pengguna tidak mengonfirmasi usia atau diketahui berada di bawah batas yang ditentukan, filter konten web akan aktif otomatis. Fitur ini dirancang untuk menekan paparan anak terhadap situs atau materi yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Perlindungan anak menjadi fokus utama
Apple juga memberi batasan khusus bagi anak di bawah usia 13 tahun. Pembuatan akun baru hanya bisa dilakukan dengan izin wali, sehingga kontrol orang tua tetap menjadi bagian penting dari sistem perlindungan.
Kebijakan ini selaras dengan tren global yang makin menempatkan keselamatan anak sebagai prioritas dalam ekosistem digital. Banyak operator platform kini menghadapi tekanan agar tidak membiarkan anak mengakses konten dewasa, kekerasan, atau materi yang berpotensi mendorong perilaku berisiko.
Berikut inti mekanisme yang berlaku bagi pengguna di Inggris:
- Memperbarui perangkat ke iOS 26.4 agar fitur age check aktif.
- Melakukan verifikasi usia lewat kartu kredit atau pemindaian ID.
- Mengonfirmasi usia untuk membuka aplikasi 18+ dan layanan terbatas usia.
- Menerima filter konten otomatis jika belum verifikasi atau masih di bawah batas.
- Membutuhkan izin wali untuk pembuatan akun anak di bawah 13 tahun.
Dukungan regulator Inggris
Regulator media Inggris, Ofcom, menyambut baik kebijakan Apple tersebut. Ofcom menyebut langkah itu sebagai kemenangan nyata bagi anak-anak dan keluarga, sekaligus menandai posisi Inggris sebagai salah satu negara pertama yang menerapkan pembatasan usia langsung di tingkat perangkat.
Pernyataan itu sejalan dengan arah kebijakan keamanan daring Inggris yang semakin ketat. Ofcom juga disebut bekerja bersama Apple dan perusahaan teknologi lain untuk memastikan aturan perlindungan usia dapat berjalan dalam berbagai konteks digital.
Kebijakan ini melengkapi Online Safety Act yang mulai berlaku di Inggris. Namun, aturan tersebut belum secara eksplisit mewajibkan pemeriksaan usia di tingkat perangkat, sehingga langkah Apple dinilai melampaui kewajiban minimum yang ada.
Privasi tetap jadi titik sensitif
Di balik tujuan perlindungan anak, pemeriksaan usia tetap memunculkan perdebatan soal privasi. Sejak 2025, sejumlah situs web dan platform di Inggris wajib memeriksa usia pengguna, terutama untuk konten dewasa seperti pornografi, tetapi kebijakan itu sempat dikritik oleh kelompok advokasi privasi.
Kekhawatiran utama berpusat pada potensi penyalahgunaan data pribadi dan risiko peretasan. Semakin banyak dokumen identitas, data pembayaran, atau informasi akun yang dipakai untuk memverifikasi usia, semakin besar pula kebutuhan pengamanan data yang kuat.
Situasi ini memperlihatkan dilema klasik di industri teknologi, yakni bagaimana melindungi anak tanpa mendorong pengumpulan data yang berlebihan. Apple mencoba menyeimbangkan keduanya dengan memanfaatkan data akun yang sudah ada bila memungkinkan, alih-alih selalu meminta pengguna mengunggah dokumen baru.
Tekanan terhadap platform lain ikut meningkat
Langkah Apple muncul di tengah dorongan pemerintah Inggris untuk membatasi akses remaja ke konten berisiko di media sosial. Dalam program percobaan yang sedang diuji, remaja di bawah 16 tahun bisa menghadapi pembatasan seperti menonaktifkan aplikasi sosial, membatasi penggunaan selama satu jam per hari, atau memblokir akses pada malam hari.
Kebijakan semacam ini menunjukkan bahwa pengawasan usia tidak lagi hanya terjadi di situs web, tetapi mulai merambah perangkat dan sistem operasi. Jika diterapkan luas, model seperti ini dapat mengubah cara platform teknologi mendesain akses, verifikasi identitas, dan pengaturan keamanan untuk pengguna muda.
Bagi pengguna iPhone dan iPad di Inggris, perubahan ini berarti akses ke fitur tertentu kini sangat bergantung pada status usia yang tervalidasi. Di saat yang sama, Apple juga menegaskan bahwa perlindungan anak dan penguatan kontrol privasi akan menjadi bagian yang makin penting dari pengalaman digital ke depan.
