Apple seperti masih tertahan dalam persaingan ponsel lipat, sementara Samsung tampak memanfaatkan peluang emas menjelang peluncuran Galaxy Z Fold 8. Keterlambatan perangkat lipat dari Apple membuka ruang bagi Samsung untuk memperkuat dominasi di pasar perangkat foldable. Informasi yang beredar menunjukkan Apple menghadapi kendala serius dalam produksi dan pasokan iPhone Fold sehingga peluncurannya kemungkinan baru akan terlaksana pada Desember.
Analis Tim Long menyampaikan bahwa isu pada rantai pasok menjadi hambatan utama bagi Apple untuk merilis iPhone Fold bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Sejak awal, Apple memang diharapkan bisa membawa terobosan besar, tetapi kesiapan manufaktur yang lambat dan hambatan teknis memaksa penundaan waktu peluncuran. Analis ternama Ming-Chi Kuo juga mengonfirmasi masalah yang sama, bahwa kapasitas produksi harus ditingkatkan secara signifikan agar pengiriman massal dapat berjalan lancar. Kondisi ini penting karena pasar ponsel lipat sangat bergantung pada keteraturan suplai dan kesiapan produk.
Samsung Berpeluang Memimpin Pasar Foldable
Dengan Apple yang baru akan memasuki pasar foldable akhir tahun, Samsung diprediksi akan lebih dulu memperkenalkan seri Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 sekitar Juli. Jadwal ini memberikan Samsung keuntungan strategis untuk mengamankan pangsa pasar lebih awal. Selain waktu rilis yang lebih awal, Samsung memiliki pengalaman matang di segmen ponsel lipat setelah menjadi pionir selama bertahun-tahun.
Samsung tidak hanya berkonsentrasi pada dua model foldable utama. Laporan terbaru menyebutkan bahwa perusahaan Korea Selatan itu juga menyiapkan model anyar bernama Galaxy Wide Fold. Perangkat ini dirancang dengan layar yang lebih lebar, menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih menyerupai tablet mini ketimbang ponsel lipat konvensional. Galaxy Wide Fold dikabarkan memiliki ukuran layar utama 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci, hampir setara dengan dimensi yang dirumorkan untuk iPhone Fold.
Proyeksi Pasar dan Strategi Produksi Samsung
Samsung berencana memproduksi sekitar satu juta unit Galaxy Wide Fold yang mengindikasikan niat mereka bukan sekadar menguji pasar. Produksi dalam skala besar ini menunjukkan kesiapan Samsung untuk menguasai segmen premium yang ditargetkan produk tersebut. Pasar foldable global pun diperkirakan akan didominasi oleh Samsung dengan pangsa sekitar 31%, sementara Apple yang baru masuk tetap bisa meraih sekitar 28% berkat nama besar dan ekosistem yang kuat.
Berikut ini gambaran posisi persaingan yang saat ini berkembang:
- Samsung kemungkinan meluncurkan foldable terbarunya pada Juli.
- Apple baru akan memasarkan iPhone Fold menjelang akhir tahun.
- Samsung menghadirkan model tambahan bernama Galaxy Wide Fold.
- Apple diprediksi menjadi penantang utama meski terlambat.
Keterkaitan Samsung dan Apple di Ranah Teknologi Layar
Meskipun posisi mereka sebagai rival di pasar ponsel lipat, Samsung berpotensi mendapat keuntungan lain sebagai pemasok teknologi. iPhone Fold diduga akan memakai layar lipat buatan Samsung Display dengan teknologi minim lipatan yang sudah dikembangkan selama bertahun-tahun. Hubungan semacam ini bukan hal asing di industri teknologi, sebab sebuah perusahaan bisa bersaing sekaligus menjadi pemasok komponen penting bagi rivalnya.
Masa Depan Kompetisi dan Inovasi di Segmen Lipat
Apple juga disinyalir tengah mengembangkan perangkat foldable dengan model clamshell yang akan menjadi lawan langsung Galaxy Z Flip. Jika hal ini terealisasi, persaingan di ranah ponsel lipat akan semakin ketat dan mendorong inovasi teknologi lebih cepat. Namun untuk saat ini, fokus utama masih pada siapa yang bisa meluncurkan perangkat foldable dengan volume produksi besar lebih awal.
Penundaan peluncuran iPhone Fold memberi Samsung keuntungan besar. Jika Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Flip 8, dan Galaxy Wide Fold benar-benar rilis sesuai waktu dan menawarkan peningkatan signifikan, posisi Samsung sebagai pemimpin pasar ponsel lipat akan semakin kokoh. Samsung berpeluang mengunci preferensi konsumen premium sebelum Apple benar-benar memasuki arena foldable dengan produk siap jual yang berkualitas.
Situasi ini menunjukkan persaingan antara dua raksasa teknologi tidak hanya bertarung pada produk akhir, tetapi juga pada kesiapan manufaktur dan kemampuan inovasi yang dinamis di pasar yang terus berkembang. Samsung, dengan langkah agresif dan persiapan matang, berpotensi memanfaatkan kelambatan Apple untuk terus memperkuat dominasi foldable global.
