Apple Pasang Taruhan Besar di iPhone Fold Pertama, Produksi Awal Disiapkan 11 Juta Unit

Apple disebut sedang memasang taruhan besar pada iPhone lipat pertamanya, yang sementara ini dikenal sebagai iPhone Fold atau iPhone Ultra. Langkah ini menandai keseriusan Apple masuk ke segmen ponsel lipat yang selama ini masih tergolong niche, tetapi perlahan tumbuh dan mulai menarik perhatian pasar premium.

Informasi dari rantai pasokan di Tiongkok menyebut Apple menaikkan persediaan awal sekitar 20% dan menyiapkan sekitar 11 juta unit untuk fase peluncuran. Angka itu memberi sinyal bahwa Apple tidak sekadar menguji minat pasar, melainkan sedang menyiapkan sebuah produk dengan target komersial yang jauh lebih ambisius dibanding sekadar eksperimen desain.

Produksi awal masih menyisakan banyak tanda tanya

Meski angka 11 juta unit beredar luas, skala produksi awal iPhone lipat ini belum sepenuhnya jelas. Sejumlah laporan lain sebelumnya menyebut volume yang lebih rendah, bahkan ada yang memperkirakan hanya sekitar 3 juta unit untuk tahap awal.

Perbedaan data tersebut menunjukkan bahwa Apple masih menjaga fleksibilitas di tengah proses pengembangan. Perusahaan tampaknya ingin memastikan desain, komponen, dan kesiapan produksi benar-benar matang sebelum melangkah lebih jauh ke kategori perangkat lipat yang terkenal mahal untuk diproduksi.

Apple masuk ke pasar yang masih belum matang

Pasar ponsel lipat belum sebesar pasar smartphone arus utama, meski minat terhadap kategori ini terus meningkat. Karena itu, setiap langkah Apple di segmen tersebut akan sangat diperhatikan, terutama karena perusahaan ini dikenal mampu mengubah produk yang awalnya terbatas menjadi populer di pasar massal.

Apple sebelumnya juga pernah mencoba variasi ukuran layar yang berbeda, tetapi hasilnya tidak selalu kuat. iPhone mini dan model Plus sempat hadir, namun keduanya tidak menciptakan dorongan penjualan yang sebesar lini utama iPhone.

Data pasar menunjukkan peluang masih terbuka

Perusahaan riset IDC memperkirakan pasar ponsel pintar lipat global bisa menembus lebih dari 20 juta unit pada tahun 2025 dan tumbuh hampir 30% pada tahun berikutnya. IDC menilai kehadiran Apple akan menjadi salah satu faktor penting yang mendorong adopsi lebih luas, karena merek asal Cupertino itu punya pengaruh besar terhadap perilaku konsumen.

Sejumlah proyeksi bahkan menyebut iPhone Fold bisa meraih sekitar 22% pangsa pasar pada tahun 2026. Jika skenario itu terjadi, penjualan pada tahun pertama bisa mencapai sekitar 6 juta unit, meski angka tersebut masih jauh lebih kecil dibanding volume iPhone reguler.

Harga premium menjadi tantangan utama

Salah satu hambatan terbesar ada pada harga jual. iPhone Fold diperkirakan bakal dibanderol lebih dari $2.000, bahkan bisa mencapai $2.400, sehingga jelas menyasar konsumen kelas premium.

Harga setinggi itu akan membatasi jangkauan pasar, apalagi banyak pengguna masih menilai ponsel lipat sebagai kategori baru dengan risiko daya tahan yang belum sepenuhnya teruji. Di sisi lain, biaya produksi yang tinggi membuat Apple sulit menekan harga secara agresif pada generasi awal.

Beberapa faktor yang paling menentukan penerimaan pasar dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Harga jual akhir yang sangat premium.
  2. Volume pasokan awal di pasar.
  3. Kualitas layar lipat dan kekuatan engsel.
  4. Waktu peluncuran menjelang musim belanja.
  5. Respons konsumen terhadap desain baru Apple.

Persaingan langsung dengan Samsung

Di pasar lipat, Apple tidak akan bergerak sendirian. Samsung diperkirakan tetap menjadi lawan utama dengan sejumlah perangkat baru, termasuk Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Flip 8, dan model yang disebut Galaxy Z Fold Wide.

Galaxy Z Fold Wide dikabarkan membawa pendekatan layar lebar yang mirip dengan konsep iPhone Fold, tetapi dengan harga lebih terjangkau. Jika bocoran itu tepat, Apple akan langsung berhadapan dengan pemain yang sudah jauh lebih dulu membangun ekosistem dan pengalaman pengguna di pasar perangkat lipat.

Jadwal peluncuran masih bisa berubah

Bocoran yang beredar menyebut iPhone Fold kemungkinan meluncur tahun ini, tidak lebih dari sebulan setelah seri iPhone 18 Pro. Namun, jadwal itu masih sangat bergantung pada negosiasi biaya produksi dan pemilihan material.

Jika ada hambatan pada rantai pasok atau keputusan desain, peluncuran bisa saja mundur dan menggerus momentum awal. Dalam bisnis perangkat premium, waktu rilis sering kali sama pentingnya dengan fitur, karena keterlambatan dapat mengurangi minat konsumen yang sudah menunggu.

Mengapa proyek ini penting bagi Apple

iPhone Fold dinilai bukan hanya produk baru, tetapi juga penentu arah bagi strategi Apple di pasar smartphone lipat. Perusahaan ini punya rekam jejak kuat dalam mendorong adopsi produk baru, dan banyak pengamat menilai kehadiran iPhone lipat dapat mempercepat perubahan perilaku konsumen yang sebelumnya masih ragu terhadap format layar lipat.

Dengan produksi awal yang disebut mencapai 11 juta unit, Apple memberi sinyal bahwa proyek ini tidak lagi berada di tahap percobaan kecil. Pasar kini menunggu bagaimana Apple mengeksekusi desain, daya tahan, dan pengalaman penggunaan agar iPhone lipat pertamanya benar-benar punya peluang bersaing di segmen premium yang kian padat.

Terkait