Pemerintah Indonesia mulai menegaskan aturan baru yang akan berdampak langsung pada pengguna media sosial usia muda. Salah satu sorotan utamanya adalah akun X milik pengguna di bawah 16 tahun berpotensi dihapus saat aturan perlindungan anak di ruang digital mulai berlaku penuh.
Kebijakan ini muncul melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Aturan tersebut dijadwalkan berlaku pada 28 Maret 2026 dan menjadi dasar bagi platform digital untuk memperketat verifikasi usia, moderasi konten, serta pengelolaan akun anak.
Aturan baru yang mengubah cara platform mengelola akun anak
PP TUNAS menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas utama dalam tata kelola ruang digital. Pemerintah meminta platform untuk lebih aktif mencegah anak terpapar konten berisiko, interaksi yang tidak sesuai usia, dan potensi penyalahgunaan data pribadi.
Dalam skema baru ini, platform tidak lagi cukup hanya menyediakan label umur atau peringatan umum. Mereka harus menyesuaikan sistem teknis agar bisa mengidentifikasi akun milik pengguna di bawah umur dengan lebih akurat.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut bahwa X termasuk platform yang dinilai paling kooperatif dalam mengikuti kebijakan baru tersebut. Menurut pemerintah, X telah menunjukkan kesiapan untuk menertibkan akun yang tidak memenuhi batas usia minimum.
Apa yang akan terjadi pada akun di bawah 16 tahun
Bila hasil identifikasi menunjukkan akun terhubung dengan pengguna di bawah 16 tahun, platform dapat mengambil tindakan tegas. Opsi yang disebutkan mencakup penonaktifan akun hingga penghapusan permanen, tergantung pada tingkat pelanggaran dan kebijakan internal platform.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam pengelolaan media sosial, terutama bagi remaja yang selama ini masih bisa membuat akun dengan data usia yang tidak selalu diverifikasi. Di banyak platform, celah verifikasi masih sering ditemukan karena pendaftaran hanya mengandalkan pengisian tanggal lahir.
Penerapan aturan baru akan mendorong platform untuk membangun sistem yang lebih ketat. Proses itu tidak hanya berkaitan dengan akun aktif, tetapi juga peninjauan ulang terhadap akun yang sejak awal terindikasi dimiliki oleh anak di bawah umur.
Tujuan utama PP TUNAS
Pemerintah menilai anak membutuhkan perlindungan yang lebih kuat di ruang digital karena risiko internet terus berkembang. Konten yang tidak sesuai usia, komunikasi dari orang asing, hingga potensi eksploitasi data pribadi menjadi perhatian utama regulasi baru ini.
Berikut tujuan utama penerapan PP TUNAS:
- Melindungi anak dari konten yang tidak sesuai usia.
- Membatasi akses anak ke platform yang dinilai berisiko tinggi.
- Mendorong platform digital memverifikasi usia pengguna.
- Memperkuat peran orang tua dalam pengawasan aktivitas daring anak.
Kebijakan ini juga menegaskan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan keluarga. Platform digital ikut memegang tanggung jawab melalui sistem pengamanan, moderasi konten, dan kebijakan akun yang lebih disiplin.
X disebut cepat menyesuaikan kebijakan
Pemerintah menilai X bergerak cepat dalam menyesuaikan diri dengan aturan baru. Sikap itu dianggap penting karena efektivitas perlindungan anak sangat bergantung pada keseriusan platform menjalankan aturan yang diminta pemerintah.
X disebut tengah menyusun rencana aksi untuk mengidentifikasi akun yang terindikasi milik anak di bawah umur. Jika verifikasi menunjukkan pelanggaran, akun dapat dinonaktifkan atau dihapus secara permanen sesuai mekanisme yang diberlakukan.
Namun, tantangan terbesar tetap berada pada akurasi identifikasi usia. Data pengguna di internet tidak selalu valid, sehingga platform harus menghindari kesalahan saat menilai apakah sebuah akun benar-benar dimiliki anak di bawah 16 tahun.
Bigo Live ikut menyesuaikan diri
Selain X, pemerintah juga menyoroti Bigo Live sebagai platform yang cepat beradaptasi terhadap ketentuan baru. Aplikasi tersebut menaikkan batas usia pengguna menjadi di atas 18 tahun dan mengubah klasifikasi usianya di toko aplikasi dari 13+ menjadi 18+.
Bigo Live juga menerapkan moderasi berlapis dengan menggabungkan kecerdasan buatan atau AI dan verifikasi manual oleh manusia. Pendekatan ini dinilai penting karena AI bisa menyaring aktivitas dalam skala besar, sementara pemeriksa manusia membantu memastikan keputusan tetap akurat.
Hal yang perlu diperhatikan orang tua dan pengguna muda
Perubahan aturan ini membuat pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak di internet menjadi semakin penting. Orang tua perlu memahami bahwa media sosial bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga ruang yang menyimpan risiko sesuai usia pengguna.
Berikut langkah yang bisa dilakukan keluarga dan pengguna muda:
- Memeriksa batas usia minimum di setiap platform.
- Mengaktifkan fitur pengawasan orang tua pada perangkat anak.
- Membatasi unggahan data pribadi dan lokasi.
- Mengedukasi anak tentang risiko berinteraksi dengan orang asing di internet.
Platform digital juga dituntut lebih transparan saat menerapkan verifikasi dan moderasi. Konsistensi menjadi kunci agar perlindungan anak di ruang digital benar-benar berjalan, bukan sekadar menjadi aturan di atas kertas.
Jika kebijakan ini diterapkan penuh pada waktu yang telah ditetapkan, maka pengguna muda harus mulai menyesuaikan kebiasaan digital sejak sekarang. Pengawasan usia, verifikasi identitas, dan pembatasan akses akan menjadi bagian yang semakin menentukan dalam cara media sosial dikelola di Indonesia.





