AirPods Max 2 Resmi Meluncur, ANC 1,5 Kali Lebih Kuat dan Live Translation Hadir

Author: Qoo Media

AirPods Max 2 resmi diperkenalkan sebagai penerus headphone over-ear premium Apple. Perangkat ini membawa fokus utama pada peningkatan Active Noise Cancellation, kualitas audio yang lebih detail, dan fitur pintar baru seperti Live Translation.

Apple mengandalkan chip H2 untuk mendorong lompatan kemampuan pada model terbaru ini. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, AirPods Max 2 kini mampu menghadirkan ANC hingga 1,5 kali lebih efektif dibanding generasi sebelumnya.

Peningkatan utama di AirPods Max 2

Klaim soal peredam bising menjadi sorotan terbesar pada peluncuran produk ini. Apple menyebut sistem audio komputasional baru dan pemrosesan dari chip H2 membantu headphone meredam suara latar seperti mesin pesawat atau kereta dengan lebih baik.

Eric Treski, Director of Audio Product Marketing Apple, mengatakan performa H2 membuat AirPods Max generasi baru mampu memberi pengalaman mendengarkan yang lebih nyaman sepanjang hari. Ia juga menyebut kualitas suara perangkat ini tampil “jernih, kaya, dan detail secara akustik”.

Peningkatan tidak berhenti pada mode ANC. Apple juga memperbarui Transparency mode agar suara dari sekitar terdengar lebih natural saat pengguna perlu tetap sadar terhadap lingkungan.

Langkah itu penting karena headphone premium kini tidak hanya dinilai dari seberapa rapat ia menutup kebisingan. Pengguna juga menuntut transisi yang halus antara fokus penuh dan kesadaran situasional saat berada di kantor, bandara, atau ruang publik.

Live Translation jadi pembeda baru

Salah satu fitur baru yang paling menarik adalah Live Translation. Fitur ini memanfaatkan Apple Intelligence untuk membantu menerjemahkan percakapan antarbahasa secara langsung.

Jika bekerja mulus dalam pemakaian harian, fitur ini bisa mendorong AirPods Max 2 melampaui fungsi headphone biasa. Perangkat ini berpotensi dipakai untuk komunikasi lintas bahasa, rapat, perjalanan, dan kebutuhan produktivitas lain dalam ekosistem Apple.

Apple juga membawa Adaptive Audio ke model ini. Fitur tersebut memungkinkan headphone menyesuaikan tingkat ANC dan mode transparansi secara otomatis sesuai kondisi sekitar.

Ada pula Conversation Awareness yang dapat menurunkan volume audio ketika pengguna mulai berbicara dengan orang lain. Fitur seperti ini menunjukkan arah pengembangan perangkat audio yang semakin kontekstual dan responsif terhadap kebiasaan pengguna.

Kualitas suara dan dukungan kreator

Di sektor audio, Apple membekali AirPods Max 2 dengan amplifier high dynamic range baru. Perusahaan menyatakan peningkatan ini membuat suara terdengar lebih bersih, detail, dan presisi.

Spatial Audio juga disebut lebih akurat dalam menempatkan instrumen. Apple mengklaim bass menjadi lebih konsisten, sementara frekuensi menengah dan tinggi terdengar lebih natural.

Untuk pengguna profesional, AirPods Max 2 mendukung audio lossless 24-bit 48 kHz melalui koneksi kabel USB-C. Dukungan ini membuka ruang pemakaian yang lebih serius untuk mendengarkan musik resolusi tinggi, menonton film, bermain game, hingga produksi audio.

Apple secara khusus menyinggung potensi pemakaian untuk kreator musik. Dengan dukungan lossless, headphone ini bisa dipakai untuk proses produksi dan mixing di aplikasi seperti Logic Pro.

Fitur studio-quality audio recording juga ikut disematkan. Fitur ini ditujukan bagi podcaster, penyanyi, interviewer, dan kreator konten yang membutuhkan rekaman suara yang lebih natural.

Desain tetap familiar, warna dibuat baru

Secara desain, AirPods Max 2 masih mempertahankan bahasa desain over-ear yang sudah dikenal dari generasi sebelumnya. Apple tampaknya memilih mempertahankan identitas visual yang kuat sambil memusatkan pembaruan pada sisi hardware dan software.

Pilihan warna baru menjadi bagian dari penyegaran produk ini. AirPods Max 2 hadir dalam lima warna, yaitu midnight, starlight, orange, purple, dan blue.

Apple juga menambahkan fitur camera remote. Pengguna dapat mengambil foto atau memulai perekaman video di iPhone atau iPad dengan menekan Digital Crown pada headphone.

Tambahan ini memang bukan fitur utama untuk semua orang. Namun bagi kreator yang sering bekerja dengan iPhone atau iPad, fungsi tersebut bisa memberi nilai praktis tambahan dalam penggunaan sehari-hari.

Ringkasan spesifikasi penting

Berikut beberapa poin utama yang dibawa AirPods Max 2:

  1. Chip H2 untuk pemrosesan audio baru.
  2. ANC hingga 1,5 kali lebih efektif.
  3. Transparency mode yang lebih natural.
  4. Adaptive Audio dan Conversation Awareness.
  5. Live Translation berbasis Apple Intelligence.
  6. Voice Isolation untuk panggilan lebih jelas.
  7. Audio lossless 24-bit 48 kHz via USB-C.
  8. Studio-quality audio recording.
  9. Camera remote lewat Digital Crown.
  10. Lima pilihan warna baru.

Voice Isolation juga menjadi fitur penting untuk pemakaian harian. Fitur ini membantu memperjelas suara pengguna saat panggilan dengan menyaring kebisingan di sekitar.

Harga dan jadwal ketersediaan

AirPods Max 2 dijual mulai USD 549 di Amerika Serikat. Apple membuka pemesanan mulai 25 Maret, sementara ketersediaan di Apple Store dan pengiriman ke pelanggan dimulai pada awal bulan berikutnya.

Apple juga menyiapkan AppleCare+ sebagai opsi perlindungan tambahan. Layanan ini mencakup dukungan teknis, perlindungan terhadap kerusakan tidak disengaja seperti jatuh atau terkena cairan, serta penggantian baterai dalam kondisi tertentu.

Pembeli juga mendapat penawaran langganan Apple Music gratis selama tiga bulan. Penawaran itu memberi kesempatan untuk langsung mencoba kualitas audio headphone ini dengan katalog musik Apple.

Untuk pasar Indonesia, Apple memastikan AirPods Max 2 akan hadir dalam waktu mendatang. Namun hingga kini belum ada informasi harga resmi untuk penjualan di Tanah Air.

Kehadiran AirPods Max 2 menunjukkan bahwa persaingan headphone premium kini tidak lagi hanya soal kualitas suara. Apple mencoba menggabungkan audio kelas atas, kecerdasan komputasional, dan integrasi ekosistem agar perangkat ini relevan bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk komunikasi dan pekerjaan digital.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com
Terbaru