Ai+ Nova Flip 5G Terlihat Baru, Tapi Kemiripannya Dengan Nubia Flip 2 Sulit Dibantah

Ai+ resmi masuk ke pasar ponsel lipat India lewat Nova Flip 5G, dan perangkat ini langsung menyita perhatian karena harga jualnya yang dipasang di Rs 29,999. Angka itu memang terlihat agresif untuk kategori flip foldable 5G, tetapi sorotan terbesar justru mengarah ke dugaan bahwa perangkat ini sangat mirip dengan Nubia Flip 2 5G.

Kemiripan itu muncul bukan hanya pada tampilan luar, tetapi juga pada spesifikasi inti, materi promosi, hingga detail kecil di sisi desain produk. Di tengah persaingan ponsel lipat yang makin ketat, kemunculan Nova Flip 5G memunculkan pertanyaan penting tentang seberapa orisinal produk ini sebenarnya.

Identitas merek yang langsung dipertanyakan

Nama “Nova Flip” ikut memicu perdebatan karena kata Nova sudah lama lekat dengan ekosistem merek besar di industri smartphone. Dalam konteks pasar India, penggunaan nama yang terasa familiar itu membuat Ai+ perlu bekerja lebih keras untuk membangun identitas yang benar-benar berdiri sendiri.

Ai+ sendiri diposisikan sebagai merek “Authored in India” yang didirikan Madhav Sheth. Namun, saat sebuah produk baru justru terlihat sangat dekat dengan perangkat yang sudah lebih dulu hadir, narasi kemandirian merek bisa kehilangan daya tarik di mata konsumen.

Situasi ini menjadi lebih sensitif karena Sheth sebelumnya dikenal cukup vokal saat mengkritik pemain ponsel asal China. Karena itu, ketika produk barunya dinilai meniru perangkat yang berasal dari ekosistem yang sama, reaksi publik menjadi lebih tajam dari biasanya.

Desain yang sulit dibedakan

Secara visual, Ai+ Nova Flip 5G memakai format clamshell yang sangat menyerupai Nubia Flip 2 5G. Penempatan kamera, bentuk layar penutup, hingga aksen merah pada tombol daya terlihat nyaris sama, sehingga perbedaan keduanya sulit dikenali sekilas.

Kemiripan itu tidak berhenti di bagian luar. Layar utama dan layar cover, pilihan chipset, kapasitas baterai, sampai daya pengisian juga mengarah ke konfigurasi yang sangat serupa, sehingga perangkat ini lebih terlihat sebagai saudara kembar ketimbang produk baru yang dibangun dari nol.

Berikut sejumlah spesifikasi utama Ai+ Nova Flip 5G yang disebutkan dalam materi produk:

  1. Layar utama AMOLED lipat 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz.
  2. Layar penutup AMOLED 3,0 inci.
  3. Chipset MediaTek Dimensity 7300X.
  4. RAM 8GB dan penyimpanan 256GB.
  5. Kamera belakang 50MP + 2MP depth.
  6. Kamera depan 32MP.
  7. Baterai 4.325mAh.
  8. Pengisian daya 33W.

Jika daftar itu disejajarkan dengan Nubia Flip 2 5G, hampir semua angka dan konfigurasi utamanya bertemu pada titik yang sama. Bahkan, artikel referensi juga menyoroti kesamaan pada GPU Mali-G615, sensor sidik jari di sisi bodi, serta kapasitas baterai dan kecepatan pengisian yang identik.

Perbandingan yang makin memperkuat dugaan

Spesifikasi Ai+ Nova Flip 5G Nubia Flip 2 5G
Layar utama 6,9 inci AMOLED, 120Hz 6,9 inci OLED, 120Hz
Layar cover 3,0 inci AMOLED 3,0 inci OLED
Chipset Dimensity 7300X Dimensity 7300X
Kamera belakang 50MP + 2MP 50MP + 2MP
Kamera depan 32MP 32MP
Baterai 4.325mAh 4.325mAh
Charging 33W 33W

Perbedaan yang tercatat paling jelas hanya ada pada perangkat lunak. Nova Flip 5G disebut menjalankan Android 14, sedangkan Nubia Flip 2 5G hadir dengan Android 15 dan antarmuka NxtQ OS.

Meski begitu, perbedaan software itu belum cukup kuat untuk mengubah persepsi umum. Dalam pasar perangkat konsumen, identitas produk biasanya dibentuk dari gabungan desain, fitur khas, dan pengalaman penggunaan, bukan sekadar nama baru pada kemasan yang mirip.

Kekeliruan pemasaran ikut menambah keraguan

Masalah Ai+ tidak berhenti pada kemiripan produk. Materi promosi yang beredar juga disebut mengandung sejumlah kekeliruan teknis yang berpotensi mengganggu kepercayaan publik.

Salah satu teaser di akun X milik Madhav Sheth sempat menulis layar “12Hz”, padahal yang dimaksud jelas 120Hz. Kesalahan seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi di pasar teknologi detail kecil sering memengaruhi persepsi terhadap profesionalisme sebuah merek.

Ada pula inkonsistensi pada data layar utama. Di lembar spesifikasi, ukuran layar tertulis 6,9 inci, namun materi pemasaran menampilkan 6,78 inci. Ketidaksinkronan seperti ini membuat publik makin sulit melihat Nova Flip 5G sebagai produk yang benar-benar matang.

Pengamat juga menyoroti render produk yang tampil di Flipkart. Dalam beberapa gambar, orientasi bodi depan dan posisi tombol daya serta volume terlihat kurang selaras, seolah visual belum dipoles dengan rapi sebelum dipublikasikan.

Harga murah, tetapi tantangan brand tetap besar

Di atas kertas, harga Rs 29,999 tetap menjadi daya tarik utama Nova Flip 5G. Untuk segmen ponsel lipat model flip, harga tersebut termasuk rendah dan bisa membuka akses lebih luas bagi konsumen yang ingin mencoba form factor foldable tanpa masuk ke kelas premium tertinggi.

Namun, pasar saat ini tidak hanya melihat harga dan spesifikasi. Konsumen juga semakin peduli pada keaslian desain, arah merek, dan konsistensi komunikasi produk dari awal hingga peluncuran.

Dalam konteks itu, Ai+ Nova Flip 5G memang hadir sebagai opsi foldable yang lebih terjangkau di India. Tetapi dengan kemiripan yang sangat kentara terhadap Nubia Flip 2 5G, ditambah beberapa kekeliruan pada materi pemasaran, perangkat ini lebih mudah dibaca sebagai produk rebranding daripada inovasi baru yang benar-benar berdiri sendiri.

Exit mobile version