Acer Pecah Ke Dua Jalur Kacamata Pintar, Satu Jadi Layar 172 Inci Satu Andalkan Gemini

Acer masuk ke pasar kacamata pintar dengan strategi yang jarang dipakai. Alih-alih meluncurkan satu perangkat serba bisa, perusahaan ini langsung menghadirkan dua model dengan arah yang berlawanan: AR Vision GR0 yang menonjolkan layar virtual, dan GI0 yang mengandalkan AI Google Gemini serta koneksi nirkabel yang ringan.

Langkah itu penting karena kategori smart glasses selama ini cenderung mencoba memadukan semua fungsi dalam satu produk. Acer justru memisahkan kebutuhan pengguna menjadi dua jalur, yaitu pengalaman tampilan AR yang lebih imersif dan kacamata AI yang lebih praktis untuk mobilitas harian.

Dua konsep, dua prioritas

Perbedaan paling besar terlihat dari tujuan awal masing-masing perangkat. GR0 diposisikan sebagai layar pribadi portabel, sedangkan GI0 diarahkan sebagai asisten AI yang selalu siap dipakai saat bepergian.

Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa pasar kacamata pintar belum menemukan bentuk yang benar-benar dominan. Acer tidak mengikuti pola kacamata pintar yang lebih sosial, dan memilih menawarkan dua konsep yang melayani kebutuhan yang berbeda.

GR0 fokus pada pengalaman layar virtual

AR Vision GR0 memakai dua layar Micro OLED. Masing-masing panel memiliki resolusi 1920 x 1080 dan refresh rate 60Hz.

Acer mengklaim gabungan tampilan itu terasa seperti menonton layar 172 inci dari jarak sekitar enam meter. Dukungan 95% DCI-P3 dan rasio kontras 50.000:1 mempertegas fokus perangkat ini pada kualitas visual.

GR0 tidak membawa prosesor sendiri. Untuk digunakan, perangkat ini harus tersambung ke ponsel, laptop, atau PC.

Konsekuensinya, Acer bisa menekan bobot GR0 menjadi 69 gram. Namun pengguna harus menerima koneksi kabel, yang jelas tidak cocok untuk semua orang.

Dari sisi kompatibilitas, GR0 terbilang luas karena bisa dipakai dengan Android, iOS, dan Windows. Acer juga menambahkan speaker near-ear, pelacakan kepala 3DoF, serta dukungan lensa resep magnetik.

GI0 memilih jalur AI dan mobilitas

Berbeda dengan GR0, GI0 dibuat lebih ringan dan lebih sederhana. Bobotnya hanya 46 gram, dan perangkat ini sepenuhnya bergantung pada koneksi nirkabel.

GI0 terhubung ke ponsel lewat Wi-Fi 5 atau Bluetooth 5.0. Pusat pengalamannya ada pada integrasi Google Gemini sebagai fitur utama AI.

Lewat Gemini, pengguna bisa memakai kueri suara hands-free, terjemahan real-time, dan caption berbasis AI saat beraktivitas. Fokusnya bukan pada layar besar, melainkan pada bantuan cerdas yang bekerja langsung di sekitar pengguna.

Acer juga menanamkan kamera 12MP pada GI0. Kamera itu bisa mengambil foto 4032 x 3024 dan merekam video 1080p pada 30fps.

Selain itu, GI0 dibekali tiga mikrofon, penyimpanan internal 32GB, dan aplikasi pendamping Acer AspireSync untuk pengaturan awal serta konfigurasi. Namun baterai 217mAh menunjukkan bahwa perangkat ini lebih cocok untuk penggunaan singkat dan cepat daripada pemakaian berat sepanjang hari.

Harga dan jadwal peluncuran

Kedua perangkat ini dijadwalkan meluncur ke Amerika Utara, Eropa, dan Australia pada akhir 2026. Sebagian besar pasar disebut akan mulai menerima perangkat tersebut pada kuartal keempat 2026, sementara Australia mendapat jadwal satu kuartal lebih awal.

Di Amerika Serikat, AR Vision GR0 dibanderol mulai $499.99. Harga perangkat itu dipatok €599 di Eropa dan AUD 999 di Australia.

GI0 hadir sebagai opsi yang lebih murah. Harga awalnya $299.99 di Amerika Serikat, €399 di Eropa, dan AUD 599 di Australia.

Perbedaan harga tersebut sejalan dengan arah produk masing-masing. GR0 dijual lebih mahal karena mengejar pengalaman layar AR, sedangkan GI0 masuk sebagai pilihan yang lebih ringan dengan orientasi AI dan kamera.

Dengan dua perangkat yang bergerak ke arah berbeda, Acer terlihat sedang menguji dua definisi kacamata pintar sekaligus. Satu menjadikan kacamata sebagai layar pribadi, sementara yang lain memosisikannya sebagai asisten AI nirkabel yang dekat dengan pengguna.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait

Back to top button