Wireless reverse charging menjadi fitur yang makin dicari pada smartphone premium hingga kelas menengah tertentu. Kemampuan ini membuat ponsel dapat menyalurkan daya ke perangkat lain secara nirkabel hanya dengan menempelkan gadget yang kompatibel di bagian belakang bodi.
Fitur tersebut berguna saat earbud, smartwatch, atau ponsel cadangan kehabisan baterai di luar rumah. Dalam situasi darurat, pengguna dapat memanfaatkan baterai ponsel utama sebagai sumber daya sementara tanpa perlu kabel tambahan atau power bank.
Secara teknis, wireless reverse charging bekerja dengan prinsip pengisian daya nirkabel dua arah. Ponsel yang mendukung fitur ini akan mengubah kumparan pengisian nirkabel menjadi pemancar energi untuk perangkat lain yang mendukung standar serupa.
Meski praktis, kecepatannya umumnya lebih rendah dibanding pengisian kabel. Karena itu, fitur ini lebih cocok dipakai sebagai solusi darurat untuk mengisi aksesori kecil atau menambah daya seperlunya pada perangkat lain.
Daftar 7 HP dengan wireless reverse charging
- ASUS ROG Phone 8
ASUS ROG Phone 8 membawa baterai 5.500 mAh yang dirancang untuk beban tinggi, termasuk gim dan multitasking berat. Ponsel ini juga mendukung wireless charging hingga 15W serta fitur wireless reverse charging untuk berbagi daya ke perangkat lain.
Kapasitas baterai besar menjadi nilai penting karena reverse charging akan menguras baterai utama lebih cepat. Dengan cadangan daya yang besar, perangkat ini lebih aman dipakai untuk membantu earbud atau smartwatch yang habis baterai saat bepergian.
- Samsung Galaxy S23 FE 5G
Samsung Galaxy S23 FE 5G dibekali baterai 4.500 mAh dan fast charging 25W. Perangkat ini juga mendukung wireless charging 15W serta reverse charging untuk pengisian nirkabel ke gadget lain.
Model ini cocok bagi pengguna ekosistem Samsung yang memakai Galaxy Buds atau Galaxy Watch. Fitur reverse charging memberi fleksibilitas tambahan tanpa mengharuskan pengguna membawa charger terpisah untuk perangkat kecil.
- Xiaomi 12 Pro
Xiaomi 12 Pro hadir dengan baterai 4.600 mAh dan dukungan reverse charging 10W. Pada pengisian utama, ponsel ini mengusung HyperCharge 120W yang dalam artikel referensi disebut mampu mengisi penuh baterai hanya dalam 18 menit.
Kombinasi pengisian sangat cepat dan reverse charging membuat ponsel ini cukup seimbang untuk mobilitas tinggi. Saat baterai utama menipis setelah dipakai berbagi daya, pengguna dapat kembali mengisinya dengan cepat lewat charger kabel.
- OPPO Find X8
OPPO Find X8 dibekali baterai 5.630 mAh yang tergolong besar di kelas flagship. Ponsel ini mendukung wireless charging hingga 50W, reverse charging 10W, serta fast charging 80W.
Spesifikasi itu menunjukkan fokus OPPO pada fleksibilitas pengisian daya. Reverse charging 10W sudah memadai untuk perangkat kecil, sementara kapasitas baterai yang besar memberi ruang lebih longgar untuk berbagi energi saat dibutuhkan.
- Huawei Mate 40 Pro
Huawei Mate 40 Pro memakai baterai 4.400 mAh dan mendukung fast charging 66W melalui teknologi SuperCharge. Untuk reverse wireless charging, daya yang tersedia mencapai 5W.
Daya 5W memang tidak ditujukan untuk pengisian cepat ponsel lain. Namun level tersebut cukup relevan untuk earbud nirkabel atau smartwatch yang umumnya membutuhkan konsumsi daya lebih kecil.
- Samsung Galaxy S24
Samsung Galaxy S24 membawa baterai 4.000 mAh dengan dukungan wireless charging 15W dan reverse charging 4,5W. Perangkat ini juga memiliki port USB-C 3.2 untuk transfer data cepat dan koneksi layar eksternal.
Fitur reverse charging pada Galaxy S24 lebih cocok diposisikan sebagai pelengkap. Kapasitas baterainya tidak sebesar beberapa pesaing di daftar ini, sehingga pengguna perlu lebih cermat saat membagi daya agar baterai utama tetap cukup untuk aktivitas harian.
- Infinix Note 40
Infinix Note 40 hadir dengan baterai 5.000 mAh dan fast charging 45W. Fitur wireless reverse charging di model ini dipasarkan lewat nama MagCharge, serta didukung bypass charging untuk membantu menekan suhu saat pengisian berlangsung.
Kehadiran fitur ini menarik karena memperluas akses reverse charging ke segmen yang lebih terjangkau. Nama MagCharge memang berbeda, tetapi fungsi utamanya tetap sama, yaitu berbagi daya secara nirkabel ke perangkat lain yang kompatibel.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum memakai reverse charging
Wireless reverse charging paling efektif untuk perangkat berdaya kecil. Earbud, smartwatch, dan beberapa ponsel yang mendukung pengisian nirkabel menjadi skenario pemakaian yang paling masuk akal.
Pengguna juga perlu memastikan posisi perangkat tepat di area kumparan belakang ponsel. Jika posisi meleset, pengisian bisa terputus atau berlangsung sangat lambat.
Selain itu, casing yang terlalu tebal dapat menghambat transfer energi. Melepas casing saat berbagi daya sering kali membantu menghasilkan koneksi pengisian yang lebih stabil.
Dari sisi efisiensi, pengisian nirkabel dua arah umumnya menghasilkan panas lebih tinggi dibanding metode kabel. Karena itu, fitur ini sebaiknya digunakan seperlunya, bukan sebagai cara utama untuk mengisi baterai perangkat lain.
Mengapa fitur ini makin relevan
Tren penggunaan TWS, smartwatch, dan aksesori pintar terus meningkat. Perangkat-perangkat kecil tersebut sering dipakai sepanjang hari, tetapi kapasitas baterainya terbatas sehingga lebih rentan habis di tengah aktivitas.
Dalam kondisi seperti itu, smartphone dengan wireless reverse charging dapat berfungsi layaknya power bank nirkabel instan. Nilai praktisnya terletak pada kemudahan, karena pengguna tidak perlu membawa kabel tambahan untuk memberi daya darurat pada gadget pendamping.
Daftar di atas menunjukkan bahwa fitur ini tidak lagi eksklusif untuk satu merek saja. ASUS, Samsung, Xiaomi, OPPO, Huawei, hingga Infinix sudah menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari kapasitas baterai besar, kecepatan reverse charging, sampai teknologi pengisian utama yang sangat cepat untuk mengembalikan daya ponsel setelah dipakai berbagi energi.







