Smartwatch dengan baterai awet kini makin dicari karena banyak pengguna ingin perangkat yang tidak perlu sering diisi ulang. Di Indonesia, ada beberapa model yang menawarkan daya tahan sangat panjang, mulai dari hitungan hari hingga puluhan hari dalam sekali pengisian daya.
Kondisi ini membuat smartwatch baterai besar bukan hanya menarik untuk pegiat olahraga dan petualangan, tetapi juga untuk pengguna harian yang membutuhkan perangkat praktis. Dari lini premium sampai opsi yang lebih terjangkau, enam model berikut menonjol karena klaim daya tahan yang jauh di atas rata-rata smartwatch pada umumnya.
Mengapa daya tahan baterai jadi faktor penting
Baterai awet memberi kenyamanan lebih saat smartwatch dipakai untuk memantau langkah, detak jantung, tidur, navigasi, dan notifikasi sepanjang hari. Pengguna outdoor akan sangat terbantu karena perangkat tetap aktif saat dibawa mendaki, berlari jauh, atau bepergian tanpa akses charger.
Pada sisi produsen, daya tahan panjang biasanya dicapai lewat kombinasi kapasitas baterai besar, efisiensi chip, mode hemat daya, dan pada beberapa model, dukungan pengisian tenaga surya. Pendekatan ini menempatkan efisiensi daya sebagai nilai jual utama selain fitur kesehatan dan desain tangguh.
6 smartwatch baterai badak yang sudah tersedia di Indonesia
Berikut ringkasan enam smartwatch dengan daya tahan baterai yang menonjol di pasar Indonesia.
| Model | Daya tahan baterai | Harga di Indonesia |
|---|---|---|
| Garmin Fenix 8 Solar 51 mm | Hingga 48 hari | Mulai Rp 17 jutaan |
| Coros Vertix 2S | 36–40 hari | Mulai Rp 13 jutaan |
| Amazfit T-Rex Ultra 2 | Hingga 30 hari | Sekitar Rp 9,1 juta |
| Samsung Galaxy Watch Ultra | Hingga 100 jam mode hemat daya | Sekitar Rp 9 juta |
| Apple Watch Ultra 3 | Hingga 72 jam mode hemat daya | Mulai Rp 14,5 juta |
| Xiaomi Watch 5 | Hingga 18 hari mode hemat daya | Sekitar Rp 5 juta |
Garmin Fenix 8 Solar 51 mm
Garmin Fenix 8 Solar 51 mm menjadi sorotan utama karena klaim baterainya bisa bertahan hingga 48 hari dalam mode smartwatch. Angka itu didukung lensa Power Glass atau Power Sapphire yang membantu mengubah sinar matahari menjadi daya tambahan.
Varian 47 mm juga tetap kuat di kelasnya dengan klaim hingga 28 hari. Model ini jelas menyasar pengguna yang sering berada di luar ruangan dan membutuhkan jam tangan premium dengan ketahanan tinggi di berbagai kondisi.
Coros Vertix 2S dan Amazfit T-Rex Ultra 2
Coros Vertix 2S hadir untuk pengguna yang mengutamakan ketahanan ekstrem. Smartwatch ini diklaim mampu bertahan 36 hingga 40 hari dalam penggunaan harian dan sampai 118 jam saat GPS digunakan.
Amazfit T-Rex Ultra 2 membawa baterai 870 mAh dan diklaim sanggup bertahan hingga 30 hari dalam mode smartwatch. Untuk pelacakan GPS, perangkat ini disebut bisa bekerja lebih dari 50 jam, sehingga cocok untuk aktivitas luar ruang yang panjang.
Samsung, Apple, dan Xiaomi punya pendekatan berbeda
Samsung Galaxy Watch Ultra mengusung baterai 590 mAh dengan klaim daya tahan hingga 48 jam dalam penggunaan normal dan sampai 100 jam dalam mode hemat daya. Perangkat ini diposisikan sebagai model paling canggih di lini Galaxy Watch, lengkap dengan material tangguh dan dukungan Galaxy AI.
Apple Watch Ultra 3 menawarkan daya tahan hingga 42 jam dalam penggunaan normal dan sampai 72 jam dalam mode hemat daya. Fitur fast charging juga menjadi nilai tambah karena pengisian 15 menit diklaim memberi daya hingga 12 jam penggunaan.
Xiaomi Watch 5 menjadi opsi yang lebih ramah di kelas harga. Dengan baterai 930 mAh, Surge Battery, dan arsitektur dual-chip, smartwatch ini diklaim mampu bertahan hingga 6 hari dalam mode pintar dan hingga 18 hari dalam mode hemat daya.
Perbandingan cepat untuk memilih sesuai kebutuhan
- Untuk daya tahan paling panjang, Garmin Fenix 8 Solar 51 mm menempati posisi teratas dengan klaim hingga 48 hari.
- Untuk aktivitas outdoor berat, Coros Vertix 2S dan Amazfit T-Rex Ultra 2 sama-sama menawarkan ketahanan tinggi.
- Untuk fitur pintar yang lebih lengkap, Samsung Galaxy Watch Ultra dan Apple Watch Ultra 3 tetap menarik meski fokusnya tidak hanya pada baterai.
- Untuk harga yang lebih terjangkau, Xiaomi Watch 5 memberi durasi pakai yang tetap kompetitif di kelasnya.
Smartwatch dengan baterai besar memang kerap hadir dengan bodi yang lebih tebal atau bobot yang terasa lebih serius di pergelangan tangan. Namun bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan, ketahanan daya panjang sering menjadi kompromi yang layak, terutama ketika fitur kesehatan, navigasi, dan notifikasi kini semakin bergantung pada jam tangan pintar yang selalu aktif.





