
Hasil uji performa awal untuk laptop terbaru Apple, MacBook Neo, mulai muncul di internet. Data benchmark ini memberi gambaran awal mengenai kemampuan prosesor dan grafis laptop yang digadang menjadi MacBook paling terjangkau dari Apple.
Pengujian tersebut berasal dari platform benchmarking Geekbench yang sering digunakan untuk mengukur performa perangkat komputasi. Skor yang muncul menunjukkan bahwa MacBook Neo memiliki performa CPU yang cukup kompetitif dibanding beberapa perangkat Apple lainnya.
Skor Benchmark MacBook Neo di Geekbench
Data Geekbench mengungkapkan performa prosesor MacBook Neo dalam dua kategori utama. Pengujian tersebut meliputi single-core dan multi-core yang menggambarkan kemampuan prosesor dalam berbagai jenis pekerjaan.
Single-core mengukur kinerja satu inti prosesor ketika menjalankan tugas ringan. Multi-core menguji kemampuan beberapa inti prosesor saat menangani pekerjaan berat seperti rendering, editing video, atau multitasking kompleks.
Berikut hasil benchmark utama MacBook Neo yang terdeteksi di Geekbench.
1. Skor CPU Single-Core
MacBook Neo mencatat skor single-core sebesar 3.461 poin. Angka ini menunjukkan performa yang tinggi untuk kategori laptop entry-level Apple.
Skor tersebut hampir menyamai performa iPhone 16 Pro yang memperoleh nilai 3.445 poin pada pengujian yang sama. Kedekatan skor ini dianggap wajar karena kedua perangkat menggunakan chipset yang serupa.
2. Skor CPU Multi-Core
Pada pengujian multi-core, MacBook Neo memperoleh skor 8.668 poin. Nilai ini mencerminkan kemampuan prosesor dalam menangani pekerjaan berat yang memanfaatkan banyak inti CPU.
Skor tersebut juga sangat dekat dengan iPhone 16 Pro yang mencatat 8.624 poin. Hal ini menguatkan indikasi bahwa keduanya memakai chipset A18 Pro dengan konfigurasi yang mirip.
Apple diketahui menggunakan chip A18 Pro pada MacBook Neo. Namun, konfigurasi grafisnya sedikit dipangkas dibandingkan versi yang dipakai pada iPhone.
Perbandingan Dengan MacBook Air dan Perangkat Apple Lain
Jika dibandingkan dengan lini MacBook lainnya, MacBook Neo menunjukkan posisi performa yang menarik. Laptop ini mampu menyaingi beberapa model MacBook generasi sebelumnya.
Untuk pengujian multi-core, skor MacBook Neo cukup dekat dengan MacBook Air M1 yang dirilis pada tahun 2020. MacBook Air M1 memiliki skor multi-core 8.342 poin, hanya sedikit di bawah MacBook Neo.
Namun pada pengujian single-core, MacBook Neo jauh lebih unggul dibanding MacBook Air M1. Laptop M1 tersebut hanya mencatat 2.346 poin dalam pengujian yang sama.
Di sisi lain, MacBook Neo masih berada di bawah MacBook Air M4 yang diluncurkan pada 2025. MacBook Air M4 mencatat skor single-core 3.696 poin dan multi-core 14.730 poin.
Pengujian Performa GPU dengan Metal
Selain CPU, Geekbench juga menguji kemampuan grafis perangkat melalui mode benchmark Metal. Pengujian ini menggambarkan performa GPU dalam menangani grafis berat dan komputasi visual.
Dalam tes Metal, MacBook Neo memperoleh skor 31.286 poin. Nilai ini menunjukkan kemampuan grafis yang cukup kuat untuk kelas laptop terjangkau.
Skor tersebut berada tidak jauh dari iPhone 16 Pro yang mencatat 32.575 poin. Angka ini juga mendekati MacBook Air M1 yang memiliki skor Metal 33.148 poin.
Performa grafis ini mengindikasikan bahwa MacBook Neo masih mampu menjalankan berbagai aplikasi kreatif. Pengguna kemungkinan masih dapat melakukan editing foto, pengolahan video ringan, hingga aktivitas desain grafis.
Perbandingan Benchmark Beberapa Perangkat Apple
Berikut perbandingan skor benchmark beberapa perangkat Apple berdasarkan data Geekbench.
| Perangkat | Single-Core | Multi-Core | Metal GPU |
|---|---|---|---|
| iPad 11 | 2.587 | 6.036 | 19.395 |
| MacBook Air M1 | 2.346 | 8.342 | 33.148 |
| MacBook Neo | 3.461 | 8.668 | 31.286 |
| iPhone 16 Pro | 3.445 | 8.624 | 32.575 |
| iPad Air M3 | 3.048 | 11.678 | 44.395 |
| MacBook Air M4 | 3.696 | 14.730 | 54.630 |
Tabel tersebut menunjukkan posisi MacBook Neo yang berada di tengah jajaran perangkat Apple. Performanya lebih tinggi dari MacBook Air M1 dalam single-core, tetapi masih tertinggal dari MacBook Air generasi terbaru.
Chip A18 Pro Jadi Kunci Performa
Kinerja MacBook Neo yang mendekati iPhone 16 Pro tidak lepas dari penggunaan chip A18 Pro. Chip ini sebelumnya dikenal sebagai prosesor kelas flagship untuk perangkat iPhone terbaru.
Namun pada MacBook Neo, Apple disebut melakukan penyesuaian pada konfigurasi GPU. Penyesuaian ini kemungkinan dilakukan untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga efisiensi daya.
Pendekatan tersebut membuat MacBook Neo memiliki keseimbangan antara performa dan harga. Laptop ini diposisikan sebagai MacBook yang lebih terjangkau dibanding seri Air atau Pro.
Dengan skor benchmark yang sudah beredar, MacBook Neo diperkirakan mampu menjalankan berbagai tugas komputasi sehari-hari. Aktivitas seperti bekerja dengan dokumen, browsing, hingga editing ringan diperkirakan dapat berjalan dengan lancar di perangkat ini.

